Parlemen Rusia Akan Beri Kekebalan Hukum Seumur Hidup ke Putin

Kompas.com - 19/11/2020, 21:44 WIB
Sejak tahun 2000, Vladimir Putin telah memimpin Rusia, menjadi patron, dan memiliki pengaruh yang luar biasa. AFP via BBC INDONESIASejak tahun 2000, Vladimir Putin telah memimpin Rusia, menjadi patron, dan memiliki pengaruh yang luar biasa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Majelis Federal Rusia, Duma, mendukung rancangan undang-undang (RUU) yang akan memberikan imunitas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jika peraturan itu disahkan, upaya hukum apapun tidak akan bisa menjerat Putin dan keluarganya setelah orang nomor satu Rusia itu turun dari tampuk kekuasaan.

RUU itu adalah bagian dari amendemen konstitusi Rusia yang disepakati lewat referendum, Juli lalu. Mayoritas kursi di Majelis Federal dan Dewan Federasi Rusia diduduki pendukung Putin.

Baca juga: Jalan Putin agar Kebal Hukum Semakin Mulus

Masa kepresidenan Putin yang keempat akan berakhir tahun 2024. Namun amendemen konstitusi memungkinkannya untuk kembali mencalonkan diri dan menjadi presiden setidaknya hingga dua periode lagi.

Saat ini Putin berusia 68 tahun. Belum jelas kepada siapa dia akan memberikan tongkat estafet kepemimpinan.

Hak imunitas yang diajukan ini melanjutkan spekulasi tentang masa depan politik Putin. Sejak tahun 2000 dia telah memimpin Rusia, menjadi patron, dan memiliki pengaruh yang luar biasa.

Baca juga: Putin Minta Azerbaijan Jaga Gereja dan Tempat Suci Kristen Peninggalan Armenia di Nagorno-Karabakh

"Mengapa Putin membutuhkan undang-undang yang memberikannya kekebalan sekarang?" kata salah satu pengkritik terbesar Putin, Alexei Navalny, di Twitter.

Navalny juga bertanya, "Bisakah diktator mundur atas kehendak bebas mereka sendiri?"

Vladimir Putin menunggang kuda saat liburan di Siberia Selatan pada Agustus 2009 silam.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Vladimir Putin menunggang kuda saat liburan di Siberia Selatan pada Agustus 2009 silam.
RUU itu lolos dari forum pertama di Duma, Selasa (17/11/2020). Sebagian besar anggota parlemen berasal dari partai pro-Putin, Partai Rusia Bersatu. Terdapat 37 anggota parlemen dari Partai Komunis yang menentang rancangan itu.

RUU itu masih harus melalui dua forum lanjutan di Duma, sebelum diteruskan ke Dewan Federasi (majelis tinggi) dan diteken Putin.

Baca juga: Putin Tak Akan Beri Selamat kepada Joe Biden karena Hal Ini

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Global
Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Global
Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Global
Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Global
Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Global
Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak 'Tutup Mata' dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak "Tutup Mata" dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Gubernur New York Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual oleh Mantan Pegawainya

Gubernur New York Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual oleh Mantan Pegawainya

Global
Selingkuh dengan Istri Tetangga, Kuli Bangunan Bikin Terowongan Bawah Tanah

Selingkuh dengan Istri Tetangga, Kuli Bangunan Bikin Terowongan Bawah Tanah

Global
DNA dari Kaleng Minuman Soda Ungkap Misteri Pembunuhan 40 Tahun Lalu

DNA dari Kaleng Minuman Soda Ungkap Misteri Pembunuhan 40 Tahun Lalu

Global
Suami Istri Pilih Karantina di Ruang Bawah Tanah, Ditemukan Meninggal oleh Anaknya

Suami Istri Pilih Karantina di Ruang Bawah Tanah, Ditemukan Meninggal oleh Anaknya

Global
Master Kung Fu Ungkap Rahasia Jurus Selangkangan Besi, Begini Rasanya...

Master Kung Fu Ungkap Rahasia Jurus Selangkangan Besi, Begini Rasanya...

Global
Israel Tuduh Iran Pelaku Ledakan Kapal Tenggelam di Teluk Oman

Israel Tuduh Iran Pelaku Ledakan Kapal Tenggelam di Teluk Oman

Global
Dianggap Pengkhianat dan Dipecat Junta, Duta Besar Myanmar untuk PBB Bersumpah Terus Perangi Kudeta

Dianggap Pengkhianat dan Dipecat Junta, Duta Besar Myanmar untuk PBB Bersumpah Terus Perangi Kudeta

Global
Rudal Balistik Meledak di Langit Ibu Kota Arab Saudi

Rudal Balistik Meledak di Langit Ibu Kota Arab Saudi

Global
10 Kata dalam Bahasa Inggris yang Berasal dari Bahasa Nordik Kuno, Apa Sajakah?

10 Kata dalam Bahasa Inggris yang Berasal dari Bahasa Nordik Kuno, Apa Sajakah?

Global
komentar
Close Ads X