PM Israel Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Siapkan Janji Temu Segera

Kompas.com - 18/11/2020, 12:32 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

TEL AVIV, KOMPAS.com - Salah satu sekutu dekat Donald Trump, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah membuat janji temu dengan Joe Biden, setelah mengakui kemenangannya di pilpres AS dalam "percakapan hangat".

Menurut pernyataan dari penasihat media perdana menteri, bahwa Biden "menegaskan kembali komitmennya yang mendalam terhadap Negara Israel dan keamanannya", sebagaimana yang dilansir dari Politico pada Selasa (17/11/2020).

Sementara, Netanyahu menggambarkan "ikatan khusus" antara Israel dan Amerika Serikat sebagai "komponen fundamental dari keamanan dan kebijakan Israel."

"Keduanya sepakat untuk segera bertemu guna membahas banyak masalah dan menegaskan kembali kebutuhan untuk terus memperkuat aliansi yang kokoh" antara negara mereka, kata penasihat media perdana menteri. 

Baca juga: Israel Gempur Target di Suriah, 3 Tentara Tewas

Tim transisi Biden mengonfirmasi pada Selasa malam (17/11/2020), bahwa kedua pemimpin telah membahas komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan Israel dan bahwa Biden berharap untuk bekerja sama dengan Netanyahu selama masa kepresidenannya.

Presiden Israel Reuven Rivlin juga mengunggah tweet pada Selasa bahwa dia telah berbicara dengan Biden, dan menyebutnya sebagai "teman lama" Israel yang "mengetahui persahabatan kami didasarkan pada nilai-nilai di luar politik partisan."

Netanyahu adalah salah satu pemimpin dunia terbaru yang berbicara dengan Biden dalam 2 pekan sejak Hari Pemilihan, setelah Presiden Perancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Pemerintah China dan Paus Fransiskus juga telah memberi selamat kepada presiden terpilih, Joe Biden.

Baca juga: Israel Buka Pariwisata di Yerusalem, Palestina Tercabik-cabik

Tim transisi Biden mengungkapkan bahwa presiden terpilih telah mengadakan diskusi dengan para pemimpin dari Chili, Afrika Selatan dan India pada Selasa itu juga.

Namun, berita tentang percakapan Netanyahu dengan Biden kemungkinan akan sangat menyakitkan bagi Trump, karena presiden petahana dan perdana menteri tersebut telah mengembangkan aliansi geopolitik dan kemitraan politik dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintahan Trump telah mengejar kebijakan Timur Tengah yang sebagian besar mendukung Israel dan berfokus untuk menjaganya dari ancaman regional seperti Iran.

Sementara itu, Netanyahu telah menggunakan video diplomasinya dengan Trump untuk mempromosikan Partai Likudnya dalam pemilihan legislatif Israel.

Baca juga: Diserang Roket dari Gaza, Israel Balas Tembaki Pos-pos Hamas

Pemerintahan Trump juga telah menggunakan perannya dalam Abraham Accords, baru-baru ini sebagai contoh pencapaian kebijakan luar negerinya.

Perjanjian tersebut membuka jalan bagi Bahrain dan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, negara Arab pertama yang menyusul jejak Yordania menjalin hubungan dengan Israel pada 1994.

Sebagai dampak normalisasi, kali pertama , El Al, menggunakan wilayah udaranya untuk penerbangan komersial di wilayah tersebut.

Sudan mengikuti dan menormalisasi hubungan dengan Israel pada Oktober.

Baca juga: Festival Diwali, Joe Biden dan Kamala Harris Ucapkan Selamat di Twitter

"Kebijakan luar negeri dan catatan keamanan nasional Presiden Trump hanya sebanding dengan Ronald Reagan dalam dua generasi terakhir," kata penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, mengingatkan perkembangan diplomatik dengan Israel.

Netanyahu memiliki hubungan yang sangat dingin dengan Presiden Barack Obama, bahkan menuduh pemerintahan Obama melakukan "taktik anti-Israel yang memalukan di PBB" pada 2016.

Hal itu terjadi setelah AS abstain pada resolusi Dewan Keamanan yang mendesak Israel untuk berhenti membangun pemukiman di wilayah Palestina.

Namun, ketegangan terkait pemilihan dalam hubungan mereka menjadi jelas pada Oktober, ketika Netanyahu menolak kesempatan untuk secara terbuka mengkritik Biden selama panggilan telepon dengan Trump di Oval Office, meskipun presiden mendorongnya untuk melakukannya.

Baca juga: Joe Biden Menang Pilpres AS, Taiwan Harap Hubungan Taipei-Washington Tetap Terjalin


Sumber Politico
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X