Kompas.com - 18/11/2020, 12:04 WIB
Mata-mata asing berusaha mendapatkan informasi dari pengguna jejaring sosial dengan cara memikat atau mengiming-imingi pekerjaan. ABC IndonesiaMata-mata asing berusaha mendapatkan informasi dari pengguna jejaring sosial dengan cara memikat atau mengiming-imingi pekerjaan.

KOMPAS.com - Badan Intelijen Keamanan Australia (ASIO) mengeluarkan peringatan adanya upaya dari mata-mata asing yang memanfaatkan jejaring sosial untuk mengembangkan dan mencari target dalam kegiatan mereka.

Dalam kampanye publik pertama kalinya, ASIO berkolaborasi dengan mitranya dari organisasi intelijen internasional Five Eyes untuk think before you link atau berpikir sebelum Anda terhubung.

Direktur Jenderal ASIO, Mike Burgess, mengatakan badan-badan intelijen asing diketahui menargetkan warga Australia melalui media sosial, termasuk platform jejaring profesional, dengan harapan mereka dapat memberikan informasi yang bersifat sensitif atau rahasia.

Baca juga: Universitas di Australia Ini Bakal Menutup Jurusan Bahasa Indonesia, Tekanan dari Berbagai Pihak Diperlukan

"Mungkin terdengar seperti tidak mau berisiko atau paranoid, tetapi sebenarnya jika seseorang menawarkan sesuatu yang sangat bagus tapi Anda tidak benar-benar tahu siapa mereka, sebaiknya berhenti sejenak dan berpikir," kata Burgess.

Dalam video kampanye berikut dijelaskan bagaimana mata-mata asing mencoba mendapatkan informasi dari seseorang yang menggunakan jejaring sosial untuk kalangan profesional.

Tahun lalu, ASIO memperingatkan dalam laporan tahunannya jika badan intelijen yang berseberangan dengan Australia menggunakan media sosial untuk menargetkan orang-orang yang bekerja di sektor bisnis dan pemerintahan.

Baca juga: Australia Memasuki Musim Durian: Baunya Sudah Tercium

Di Amerika Serikat (AS), mantan perwira Badan Intelijen Pusat (CIA) Kevin Mallory baru-baru ini dihukum akibat terlibat kegiatan spionase setelah direkrut melalui situs jejaring profesional LinkedIn.

Sebuah laporan di New York Times pada 2019 juga mengatakan China menggunakan LinkedIn untuk mencoba membina mata-mata asing.

Pemimpin ASIO menolak untuk mengatakan negara mana yang berada di belakang upaya online untuk memikat warga Australia, meski Burgess yakin ada beberapa penyebabnya.

Baca juga: Warga New South Wales Akan Dapat Rp 1 Juta Tiap Orang untuk Rangsang Perekonomian

"Organisasi saya, ASIO, berpendapat ada lebih dari satu negara yang menggunakan situs jejaring sosial untuk mengidentifikasi, memikat, dan membangun hubungan dengan warga Australia yang memiliki akses ke informasi sensitif," katanya.

Burgess mengungkapkan beberapa platform media sosial enggan bekerja sama dengan ASIO ketika meminta bantuan untuk menghentikan ancaman kegiatan spionase.

"Kami mendapatkan kerja sama dari sejumlah perusahaan, beberapa di antaranya sangat membantu, beberapa di antaranya tidak begitu membantu," kata Burgess.

Baca juga: Masjid di Australia Buka Lagi Setelah 8 Bulan Tutup karena Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Global
Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Global
Viral Eksperimen Pajang Foto 'Jelek' di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Viral Eksperimen Pajang Foto "Jelek" di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Global
Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Global
Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Global
Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Global
Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai 'Axis of Evil'

Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai "Axis of Evil"

Global
Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Global
Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Global
Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Global
Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Global
Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Global
POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

Global
Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Global
RS di Amerika Tolak Operasi Transplantasi Jantung Pasien Anti-vaksin

RS di Amerika Tolak Operasi Transplantasi Jantung Pasien Anti-vaksin

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.