Azerbaijan Minta Ganti Rugi 30 Tahun kepada Armenia atas Kerusakan di Karabakh

Kompas.com - 18/11/2020, 11:30 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Azerbaijan yang disediakan pada Minggu, 27 September 2020, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berpidato di Baku, Azerbaijan. Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan pecah Minggu di sekitar wilayah separatis Nagorny-Karabakh dan Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan dua helikopter Azerbaijan ditembak jatuh. Juru bicara kementerian Shushan Stepanyan juga mengatakan pasukan Armenia menyerang tiga tank Azerbaijan. AP/Azerbaijans Presidential Press OfficeDalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Azerbaijan yang disediakan pada Minggu, 27 September 2020, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berpidato di Baku, Azerbaijan. Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan pecah Minggu di sekitar wilayah separatis Nagorny-Karabakh dan Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan dua helikopter Azerbaijan ditembak jatuh. Juru bicara kementerian Shushan Stepanyan juga mengatakan pasukan Armenia menyerang tiga tank Azerbaijan.

BAKU, KOMPAS.com - Untuk kali kedua dalam satu pekan, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev meminta ganti rugi dari Armenia atas kerusakan infrastruktur di wilayah-wilayah Karabakh.

Presiden Aliyev meminta ganti rugi selama 30 tahun. 

"Pihak musuh telah menghancurkan seluruh infrastruktur. Mereka akan mempertanggungjawabkan segalanya di pengadilan internasional."

Baca juga: Armenia Kalah Perang dari Azerbaijan, Nagorno-Karabakh Masuki Babak Baru

"Saya katakan, saya ingin mengulangi lagi bahwa struktur internasional, para pakar akan dilibatkan, semua kerusakan akan dikalkulasikan dan kami akan meminta kompensasi selama 30 tahun. Hari ini mereka menghancurkan Kalbajar, rumah-rumah, hutan-hutan. Mereka juga akan mempertanggungjawabkan semua itu," ujar Aliyev dikutip dari Al Masdar.

Penggalan pidato Aliyev diunggah sang istri di media sosial. 

Aliyev pada Senin mengunjungi distrik-distrik di Fuzuli dan Jabrayil yang kini dikendalikan oleh pasukan militer Azerbaijan.

Baca juga: Erdogan Ingin Kirim Pasukan Turki ke Nagorno-Karabakh demi Membentuk Pusat Perdamaian

Pada 10 November, pemimpin Rusia, Azerbaijan, dan Armenia, yaitu Vladimir Putin, Ilham Aliyev, dan Nikol Pashinyan, menandatangani pernyataan gabungan penghentian total pertempuran di Nagorno-Karabakh.

Berdasarkan pernyataan itu, Armenia dan Azerbaijan berhenti di posisi pendudukan mereka. Sejumlah distrik akan berada di bawah kendali Baku, kedua pihak akan bertukar tahanan dan penjaga perdamaian Rusia akan dikerahkan di sepanjang jalur kontak juga koridor Lachin yang menghubungkan Karabakh dengan Armenia.

Menurut Presiden Armenia, Pashinyan, keputusan untuk penandatanganan perjanjian itu sangat sulit baginya.

Baca juga: 2.317 Tentara Armenia Tewas dalam Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Namun, jika dia tidak menandatangani perjanjian itu, situasinya akan menjadi lebih parah bagi Armenia. Sementara itu, menurut Aliyev, penandatanganan itu adalah penyerahan oleh Armenia.

Pashinyan mengatakan, keputusan untuk menandatangani perjanjian itu sangat sulit baginya. Menurut dia, jika dokumen itu tidak ditandatangani, akan lebih parah bagi Armenia. Aliyev menyebut penandatanganan pernyataan itu sebagai bentuk penyerahan oleh Armenia.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X