Menko Marves Luhut Bertemu Presiden Donald Trump, Apa yang Dibicarakan?

Kompas.com - 18/11/2020, 10:39 WIB
Dari kiri ke kanan: CEO US IDFC Adam Boehler, Penasihat Senior Gedung Putih Ivanka Trump, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, dan Penasihat Senior untuk Gedung Putih Jared Kushner. Dalam pertemuan yang digelar Selasa 17 November 2020, Menko Luhut menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Joko Widodo kepada Trump atas kerja sama bilateral selama ini. Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi for Kompas.comDari kiri ke kanan: CEO US IDFC Adam Boehler, Penasihat Senior Gedung Putih Ivanka Trump, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, dan Penasihat Senior untuk Gedung Putih Jared Kushner. Dalam pertemuan yang digelar Selasa 17 November 2020, Menko Luhut menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Joko Widodo kepada Trump atas kerja sama bilateral selama ini.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa waktu setempat (17/11/2020), Luhut didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi.

Sementara Trump didampingi oleh anak dan menantu yang juga penasihatnya, Ivanka serta Jared Kushner, dan CEO US IDFC Adam Boehler.

Baca juga: Sebut Pemilu AS Aman, Direktur Badan Keamanan Siber Malah Dipecat Trump

Menko Luhut yang merupakan utusan Presiden Joko Widodo menyampaikan salam, terima kasih, dan penghargaan dari pemerintah RI kepada Trump.

Dia memberikan kredit atas dukungan presiden dari Partai Republik itu atas kerja sama bilateral selama ini, khususnya pemberian fasilitas GSP (Generalized System of Preferences) dan USTR (United States Trade Representative).

Trump membalas juga dengan menyampaikan salam dan terima kasihnya kepada presiden yang akrab disapa Jokowi, dan memuji peningkatan hubungan ekonomi dua negara.

Selain dengan Trump, menko berusia 73 tahun itu juga disambut Wakil Presiden AS Mike Pence, yang menawarkan produksi gabungan vaksin.

Kemudian Menko Luhut Binsar Pandjaitan juga bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien, di mana mereka berdua membahas berbagai isu.

Antara lain mendiskusikan bagaimana melakukan kemitraan strategis antara Indonesia dan AS di bidang pertahanan dan teknologi, maupun bertukar pandangan soal geopolitik dunia.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Menko Marves sejak Oktober 2019 itu berharap kerja sama bilateral bisa ditingkatkan di pemerintahan baru.

“Saya atas nama Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump. Apapun hasil resmi pemilu AS, pertemanan tetap perlu dijaga," kata dia.

"Kita akan selalu menjadi kawan. Saya juga berharap komunikasi yang baik seperti ini dengan Gedung Putih dapat juga terjalin setelah Januari 2021 nanti," lanjut Luhut.

Baca juga: Trump Ternyata Pernah Main Film Home Alone, gara-gara Memaksa Ikut Syuting


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar Sebagai Tunawisma

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar Sebagai Tunawisma

Global
Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Global
Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

Global
Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Global
Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Global
Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Global
Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
komentar
Close Ads X