Normalisasi Hubungan, Penerbangan Langsung Abu Dhabi-Tel Aviv Akan Dimulai 2021

Kompas.com - 16/11/2020, 18:33 WIB
Etihad Airways. KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTRAEtihad Airways.

ABU DHABI, KOMPAS.com - Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab mengumumkan pada Senin (16/11/2020) bahwa mereka akan mulai penerbangan langsung ke  Israel pada Maret 2021 usai normalisasi hubungan kedua negara.

Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi itu akan meluncurkan penerbangan harian terjadwal sepanjang tahun ke Tel Aviv, lapor pernyataan mereka yang dikutip AFP.

Layanan penerbangan itu akan dimulai pada 28 Maret, 6 bulan setelah UEA menandatangani kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat untuk menormalisasikan hubungan dengan Israel.

Baca juga: Naik Etihad Airways Sudah Termasuk Tiket Kereta dan Bus di Eropa, Seperti Apa?

Kesepakatan yang diberi nama Abraham Accord itu adalah yang pertama di antara negara Teluk dengan negara Yahudi.

Menurut Kepala Petugas Operasional Etihad Aviation Group, Mohammad Al Bulooki, dimulainya penerbangan berjadwal merupakan momen bersejarah.

Sebagai maskapai penerbangan, mereka memperkuat komitmen untuk menumbuhkan peluang perdagangan dan pariwisata.

Baca juga: Seorang Pria Terbukti Rencanakan Pengeboman Pesawat Etihad Airways

Sementara Flydubai, maskapai penerbangan murah Dubai telah mengumumkan bahwa mereka akan memulai penerbangan langsung ke Tel Aviv bulan ini, mengoperasikan 14 penerbangan seminggu.

Tidak seperti Dubai, Abu Dhabi telah memberlakukan pembatasan ketat virus corona untuk siapapun yang memasuki kota itu.

Dengan ekonomi mereka yang terdampak parah oleh pandemi virus corona, UEA dan Israel mengharapkan keuntungan cepat dari kesepakatan normalisasi.

Baca juga: Dijuluki Sparta Kecil, Bagaimana UEA Jadi Kekuatan Besar di Timur Tengah?

Mereka telah menandatangani perjanjian tentang penerbangan langsung dan perjalanan bebas visa, bersamaan dengan kesepakatan tentang perlindungan investasi, sains dan teknologi.

UEA merupakan negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Namun, langkahnya segera diikuti oleh Bahrain dan bulan lalu Sudan juga mengumumkan akan menormalisasi hubungan.

Baca juga: Penerbangan Langsung UEA-Israel Akan Disepakati dalam Waktu Dekat

Perjanjian, yang telah dikecam habis-habisan oleh Palestina karena dianggap melanggar kebijakan Liga Arab selama bertahun-tahun tentang konflik Israel-Palestina.

Konsensus kebijakan Liga Arab adalah bahwa negara Teluk tidak boleh punya hubungan dengan Israel sampai Israel berdamai dengan Palestina.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X