Barack Obama: Satu Pemilu Tak Akan Mengubah "Pembusukan Kebenaran" di AS

Kompas.com - 16/11/2020, 15:42 WIB
Dalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brothers Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis. AP/My Brothers Keeper Alliance and The Obama FoundationDalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brothers Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat punya tugas besar dalam mengubah budaya "teori-teori konspirasi gila" yang memperparah perpecahan di negara tersebut, kata Barack Obama.

Dalam wawancara dengan BBC, mantan presiden itu mengatakan AS lebih terpecah-belah ketimbang empat tahun lalu manakala Donald Trump menjadi presiden.

Kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS 2020, menurutnya, hanyalah awal dari pemulihan perpecahan tersebut.

Baca juga: Pilpres AS: Trump Akui Kekalahan Secara Tersirat di Twitter, tapi...

"Perlu lebih dari satu pemilu untuk membalikkan tren itu," katanya.

Menangani sebuah negara yang terpecah, lanjut Obama, tidak bisa diserahkan pada keputusan para politisi saja, tapi juga memerlukan perubahan struktural dan dialog di antara masyarakat—menyepakati "satu set fakta umum" sebelum berdebat apa yang mesti dilakukan terhadapnya.

Bagaimanapun, Obama mengaku melihat "harapan besar" pada perilaku "canggih" generasi mendatang. Obama kemudian mendesak kaum muda untuk "memetik optimisme yang penuh kewaspadaan bahwa dunia bisa berubah" dan "menjadi bagian dari perubahan tersebut".

Bagaimana perpecahan didorong di Amerika?

Kemarahan dan kebencian antara warga pedesaan dan perkotaan di Amerika, imigrasi, ketidakadilan semacam ketidaksetaraan dan "macam-macam teori konspirasi gila—yang beberapa orang menyebutnya pembusukan kebenaran" telah dikuatkan oleh sejumlah media AS dan "dilontarkan secara kuat oleh media sosial", papar Obama kepada sejarawan David Olusoga, dalam wawancara dengan BBC Arts untuk mempromosikan buku memoar terbarunya.

"Kami sangat terbelah saat ini, tingkatannya jelas lebih tinggi ketimbang saat saya pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2007 dan memenangi pemilihan presiden pada 2008," kata sang mantan presiden AS.

Baca juga: Belum juga Respons Kemenangan Biden, Pakar: Kim Jong Un Kecewa Berat Trump Kalah Pilpres AS

Menurutnya, keadaan ini sebagian besar disebabkan kesediaan Trump untuk "menggencarkan perpecahan karena itu baik untuk politiknya".

Hal lain yang berkontribusi besar pada topik ini, kata Obama, adalah penyebaran misinformasi secara daring karena di ranah itu "fakta tidak penting".

"Ada jutaan orang yang percaya pada pemikiran bahwa Joe Biden adalah sosialis, yang percaya pada pemikiran bahwa Hillary Clinton adalah bagian dari komplotan jahat yang terlibat jaringan paedofil," paparnya.

Contoh yang Obama gunakan mengenai Hillary Clinton muncul dari sebuah restoran pizza di Washington.

Baca juga: Pilpres AS: Skenario Kiamat yang Ditakutkan Rakyat Amerika Mulai Terwujud

"Menurut saya, pada suatu titik bakal diperlukan sebuah kombinasi aturan dan standar di dalam berbagai industri untuk mengembalikan kita kembali ke masa tatkala kita setidaknya mengakui sebuah kumpulan fakta umum, sebelum kita mulai berdebat apa yang harus kita lakukan dengan fakta-fakta tersebut."

Obama menilai tidak cukup bagi sejumlah media konvensional arus utama melakukan cek fakta guna menghadang penyebaran misinformasi di dunia maya selama beberapa tahun terakhir. Pasalnya, kata Obama, "kesalahan telah melingkupi dunia pada saat kebenaran dirilis".

Dia mengatakan perpecahan juga disebabkan faktor-faktor sosial ekonomi, seperti meningkatnya ketidaksetaraan dan kesenjangan antara warga Amerika di pedesaan dan di perkotaan.

Baca juga: Joe Biden Menang Pilpres AS, Taiwan Harap Hubungan Taipei-Washington Tetap Terjalin

Masalah-masalah itu, tambahnya, "sejalan dengan di Inggris dan di seluruh dunia" manakala "orang-orang merasa seakan mereka kehilangan pegangan pada tangga pencapaian ekonomi dan bisa dihasut bahwa itu kesalahan kelompok ini atau kelompok itu".

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Profil Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Global
Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Global
Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Global
Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Global
Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Global
Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Global
Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Global
komentar
Close Ads X