Tak Mau Lengah, Kim Jong Un Perintahkan Sistem Darurat Covid-19 Diperketat

Kompas.com - 16/11/2020, 09:55 WIB
Dalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang. AFP/KCNA VIA KNS/STRDalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan agar sistem darurat untuk melawan virus corona makin diperketat.

Hal itu dia utarakan dalam memimpin rapat politbiro Partai Buruh Korea Utara sebagaimana dilaporkankan oleh media pemerintah KCNA.

Rapat itu dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik seputar pandemi Covid-19 secara global yang memberi tekanan tambahan pada perekonomian Korea Utara.

Pasalnya, sebelum terkena pandemi pun, perekonomian Korea Utara sudah babak belur akibat penerapan sanksi internasional supaya negara tersebut menghentikan program nuklirnya.

Baca juga: Belum juga Respons Kemenangan Biden, Pakar: Kim Jong Un Kecewa Berat Trump Kalah Pilpres AS

Hadirnya Kim dalam rapat tersebut menandai penampilan publik pertamanya sejak 25 hari terakhir sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (16/11/2020).

Kim menekankan pentingnya tetap waspada, tidak lengah, dan memperketat pekerjaan anti-pandemi, KCNA melaporkan.

Rapat tersebut juga membahas indikasi kejahatan serius yang dilakukan oleh pejabat partai, tanpa menyebutkan namanya, di Universitas Kedokteran Pyongyang.

Pejabat lain di Komite Sentral dan lembaga pemerintah lainnya juga dituduh melindungi, menipu, dan mendorong kejahatan tersebut serta telah gagal memperketat pengawasan di universitas tersebut.

Baca juga: Korea Utara Coba Mengatasi Rokok, Padahal Kim Jong Un Perokok Berat

Kendati demikian, KCNA tidak memerinci apakah kejahatan tersebut terkait dengan virus corona.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Utara telah mengetes lebih dari 12.000 orang dan melaporkan tidak adanya kasus positif Covid-19 pada awal November.

Kendati demikian, WHO menambahkan sebanyak 6.173 orang, delapan di antaranya adalah orang asing, terdeteksi sebagai kasus diduga dan 174 orang dikarantina pada minggu terakhir Oktober.

Sementara itu, di seluruh dunia lebih dari 54 juta orang dilaporkan telah terinfeksi oleh virus corona dan lebih dari 1,3 juta jiwa telah meninggal karenanya, menurut penghitungan Reuters.

Baca juga: Kim Jong Un Ancam Beri Hukuman bagi Warga Korut yang Sisakan Makanan

Kim telah meminta negaranya untuk memulai kampanye 80 hari untuk mencapai tujuannya di setiap sektor sebelum kongres pada Januari untuk memutuskan rencana lima tahun yang baru.

Di sisi lain, Perdana Menteri Korea Utara Kim Tok Hun mengunjungi kompleks mesin berat dan pabrik notebook di sebelah tenggara Pyongyang untuk membahas upaya mencapai tujuan tersebut, lapor KCNA pada Senin.

“Di Taean Heavy Machine Complex, dia (Kim Tok Hun) memberikan semangat kepada para pekerjanya yang bekerja keras untuk memproduksi peralatan yang dibuat khusus lebih cepat dari jadwal di tengah kampanye intensif selama 80 hari,” lapor KCNA.

Baca juga: Erdogan hingga Kim Jong Un, Deretan Pemimpin Ini Belum Ucapkan Selamat ke Biden

Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X