Kasus Covid-19 Terus Melonjak Setelah Thanksgiving, Perayaan Natal di Kanada Terancam Tak Diizinkan

Kompas.com - 15/11/2020, 07:21 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengenakan masker saat dia berlutut di tengah demonstrasi menentang kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis Derek Chauvin. Protes itu dilakukan di Parliament Hill, di Ottawa, Ontario, Kanada 5 Juni 2020. REUTERS/BLAIR GABLEPerdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengenakan masker saat dia berlutut di tengah demonstrasi menentang kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis Derek Chauvin. Protes itu dilakukan di Parliament Hill, di Ottawa, Ontario, Kanada 5 Juni 2020.

OTTAWA, KOMPAS.com – Perayaan Thanksgiving di Kanada baru digelar bulan lalu dan lonjakan kasus virus corona di negara itu semakin menjadi-jadi karenanya.

Kini, para Pemimpin Kanada mulai harap-harap cemas apakah perayaan Natal bakal diizinkan atau tidak sebagaimana dilansir dari CNN.

Perayaan Thanksgiving di Kanada jatuh pada 12 Oktober dan ketika perayaan itu para anggota keluarga berkumpul, memicu lonjakan kasus Covid-19.

Akibatnya, pejabat sektor kesehatan di Kanada mulai memperingatkan bahwa pelayanan kesehatan kemungkinan tidak akan mampu menangani pasien Covid-19 lagi.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menekankan agar rakyat Kanada mengurangi pertemuan yang tidak penting.

Baca juga: PM Kanada Tak Akan Tunduk pada Tekanan China untuk Bebaskan Anak Pendiri Huawei

“Dan apa yang kita lakukan dalam beberapa hari dan pekan mendatang akan menentukan apa yang harus kami putuskan saat Natal," kata Trudeau dalam konferensi pers, Jumat (14/11/2020).

Kepala Pejabat Kesehatan Publik Kanada, Theresa Tam, mengatakan pelonggaran protokol kesehatan menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di hampir setiap bagian di Kanada.

"Dalam suasana yang lebih santai seperti pertemuan keluarga, pesta ulang tahun, perayaan hari raya, dan kegiatan rekreasi, adalah hal yang wajar untuk bersantai. Tapi ini bisa berarti mudah untuk melupakan dan lengah terhadap tindakan pencegahan yang diperlukan" kata Tam.

Dia juga memperingatkan bahwa kasus Covid-19 harian baru dapat berlipat ganda hanya dalam beberapa pekan jika rakyat Kanada tidak menerapkan protokol kesehatan secara serius.

Situasi di Ontario bahkan cukup parah. Para ahli memperingatkan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat bahkan bisa semakin bertambah banyak.

Baca juga: Sidang Gugatan RUU 21 Kanada yang Larang Penggunaan Simbol Agama

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak 2 Pekan di Dalam Tanah, 11 Penambang Berhasil Diselamatkan

Terjebak 2 Pekan di Dalam Tanah, 11 Penambang Berhasil Diselamatkan

Global
Bajak Laut Bunuh Seorang Pelaut dan Culik 15 Awak dari Kapal Kargo Turki

Bajak Laut Bunuh Seorang Pelaut dan Culik 15 Awak dari Kapal Kargo Turki

Global
Salah Satu Masjid Tertua Ditemukan di Israel, Dibangun Seorang Sahabat Nabi

Salah Satu Masjid Tertua Ditemukan di Israel, Dibangun Seorang Sahabat Nabi

Global
7 Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Milik Negara Mana Saja?

7 Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Milik Negara Mana Saja?

Global
Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Global
Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Global
Dihina 'Busuk' dan 'Murahan', Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Dihina "Busuk" dan "Murahan", Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Global
Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Global
Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Global
Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Global
Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Global
Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Global
Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Global
Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Global
Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Global
komentar
Close Ads X