Penyandang Disabilitas di Pakistan Diperkosa, Kemudian Dibakar dan Dibunuh

Kompas.com - 14/11/2020, 17:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JHELUM, KOMPAS.com - Seorang laki-laki penyandang disabilitas asal pakistan, Syed Ehsan (23), dilaporkan telah diperkosa, dibakar, dibunuh secara brutal.

Jenazahnya lalu ditemukan pada 8 November. Keluarganya mengatakan Ehsan telah diculik pada 2 November dari rumahnya di Sohawa, Jhelum, Pakistan.

Sejak saat itu, dia menghilang dan tidak pernah kembali sebagaimana dilansir dari Desiblitz, Kamis (12/11/2020).

Pada 2 November malam, ketika Ehsan menghilang, pihak keluarga telah melapor kepada polisi dan penduduk desa ikut mencari keberadaan Ehsan.

Baca juga: Istri Dijual Suami Rp 950.000, Diperkosa 4 Pria Selama 21 Hari

Sayangnya, mereka tidak berhasil menemukan Ehsan.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada 8 November, jenazah Ehsan ditemukan mengambang di sebuah kolam, tertutupi dedaunan dan ranting.

Ketika jenazah Ehsan ditemukan, pakaian yang melekat di tubuhnya sama persis ketika dia hilang dari rumah.

Wajah Hasan juga terlihat terbakar. Ketika polisi membawa jenazah Eshan untu diautopsi, ditemukan bukti bahwa Ehsan telah diperkosa dan ditusuk.

Baca juga: Pasien Rumah Sakit di India Diperkosa Dokter dan Staf Medis Sebelum Dibunuh

Sepanjang hidupnya, Ehsan menyandang disabilitas mental. Ibunya telah tiada dan dia tinggal bersama ayah dan dua saudara laki-lakinya.

Sepanjang hidupnya pula, dia tidak menjalin hubungan asmara atau berafiliasi dengan kelompok mana pun.

Halaman:

Sumber Desiblitz
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X