Ini Bukan Pertama Kalinya Perusahaan Korea Selatan Dituding Bakar Hutan Papua

Kompas.com - 13/11/2020, 10:35 WIB
Hutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. GREENPEACE via BBC INDONESIAHutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.

KOMPAS.com - Investigasi visual yang dirilis pada Kamis (12/11/2020) yang diwartakan BBC Indonesia, menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan "secara sengaja" menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit.

Perusahaan itu, menurut Korea Expose, adalah anak perusahaan dari chaebol (bisnis keluarga konglomerat turun-temurun) Korea Selatan termasuk POSCO dan Samsung serta konglomerat Indonesia milik Korea Selatan, Korindo Group.

Rupanya, tak hanya tahun ini peristiwa pembakaran untuk pembukaan lahan sawit ilegal dituduh dilakukan perusahaan Korea Selatan.

Sebelumnya, pada tahun 2016, investigasi menunjukkan adanya penggunaan api yang sistematis dan meluas yang dilakukan pihak Korindo Group yang berbasis di Jakarta.

Baca juga: Investigasi Ungkap Perusahaan Korsel Bakar Hutan Papua untuk Perluasan Lahan Sawit

Tindakan itu mengakibatkan kabut asap bertambah, mencekik sebagian besar Asia Tenggara selama musim kemarau tahunan berdasarkan laporan kelompok aktivis lingkungan kepada Reuters.

Media Reuters mewartakan bahwa saat itu, Korindo telah membabat lebih dari 50.000 hektar hutan dataran rendah tropis untuk perkebunan kelapa sawit di provinsi terpencil di Papua dan Maluku.

Setidaknya, seluas 75.000 hektar di Papua saat itu berada dalam 'risiko langsung' untuk dibuka lahannya.

"Saya belum pernah melihat bukti yang begitu kuat untuk membuktikan bahwa sebuah perusahaan sengaja membakar," kata konsultan senior AidEnvironment Indonesia, Erik Wakker kepada Reuters dalam wawancara telepon.

Baca juga: Investigasi Ungkap Perusahaan Korsel Bakar Hutan Papua untuk Perluasan Lahan Sawit

Sementara menanggapi itu, salah satu pelanggan utama Korindo, Wilmar International Ltd., mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan itu telah berhenti membeli kelapa sawit dari Korindo karena melanggar kebijakan "nihil deforestasi", kata perusahaan tersebut dalam pernyataan yang dikirim melalui surel.

Adapun dari pihak Korindo saat itu menyalahkan masyarakat lokal yang tinggal di dekat areal konsesi kayu yang dituduh mereka telah "menyalakan api karena berburu binatang liar yang hidup di hutan”.

“Tuduhan bahwa Korindo Group merupakan penyumbang besar asap dan kabut asap pada 2015 sehingga berdampak pada perekonomian dan merusak lingkungan di Indonesia adalah tidak benar,” kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Membedah Kekhawatiran Penguasaan Lahan Sawit di UU Cipta Kerja


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Global
AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

Global
Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Global
Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Global
Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Global
Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Global
Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Global
Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
komentar
Close Ads X