Joe Biden Tunjuk Penasihan Lamanya menjadi Kepala Staf Gedung Putih

Kompas.com - 12/11/2020, 12:34 WIB
Dalam file foto Rabu 22 Oktober 2014 ini, koordinator Ebola Ron Klain mendengarkan saat Presiden Barack Obama berbicara kepada media tentang tanggapan pemerintah terhadap Ebola di Kantor Oval Gedung Putih di Washington. Joe Biden telah memilih penasihat lamanya Ron Klain untuk mengulangi perannya sebagai kepala stafnya, memasang seorang asisten dengan pengalaman puluhan tahun. Itu menurut seseorang yang mengetahui keputusan yang berbicara kepada The Associated Press pada Rabu, 11 November 2020 dengan syarat anonim untuk menghindari pengumuman resmi lebih dulu. AP Photo/Jacquelyn Martin, FileDalam file foto Rabu 22 Oktober 2014 ini, koordinator Ebola Ron Klain mendengarkan saat Presiden Barack Obama berbicara kepada media tentang tanggapan pemerintah terhadap Ebola di Kantor Oval Gedung Putih di Washington. Joe Biden telah memilih penasihat lamanya Ron Klain untuk mengulangi perannya sebagai kepala stafnya, memasang seorang asisten dengan pengalaman puluhan tahun. Itu menurut seseorang yang mengetahui keputusan yang berbicara kepada The Associated Press pada Rabu, 11 November 2020 dengan syarat anonim untuk menghindari pengumuman resmi lebih dulu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, telah menunjuk penasih lamanya, Ron Klain yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun, untuk kembali menjabat sebagai kepala staf di Gedung Putih.

Klain akan memimpin Gedung Putih yang kemungkinan akan banyak menanggapi berbagai isu seputar pandemi virus corona, yang saat ini masih menjadi perhatian nasional karena dampaknya belum terkendali di AS.

Dia juga akan menghadapi tantangan kerja dengan dengan Kongres yang terpecah serta Senat yang dipimpin oleh oposisi, Partai Republik.

Menilik ke belakang, Klain memiliki pengalaman menjabat sebagai koordinator penanggulangan Ebola selama wabah pada 2014.

Baca juga: Mirip dengan di Indonesia, Ini Tantangan Joe Biden jika Jadi Presiden AS

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam (11/11/2020), Biden yakin memilih Klain untuk posisi tertinggi di Gedung Putih, seperti yang dilansir dari Associated Press pada Kamis, karena pengalaman lamanya di Washington.

Sehingga, ia diproyeksikan dapat menghadapi tantangan saat ini.

“Pengalaman dan kapasitasnya yang dalam dan beragam untuk bekerja dengan orang-orang di seluruh spektrum politik tepat seperti yang saya butuhkan sebagai kepala staf Gedung Putih, saat kita menghadapi momen krisis ini dan untuk menyatukan negara kita lagi,” kata Biden.

Klain menjabat sebagai kepala staf untuk Biden selama masa jabatan pertama Barack Obama.

Baca juga: Jajak Pendapat: 80 Persen Rakyat AS Setuju Joe Biden Menang Pilpres

Dia adalah kepala staf Wakil Presiden, Al Gore, pada pertengahan 1990-an dan merupakan penasihat utama kampanye Biden, yang memandu Biden dalam persiapan debat dan merespons virus corona.

Dia dikenal dan bekerja dengan Biden sejak kampanye kepresidenan Demokrat 1987.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Global
China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

Global
Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Global
Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Global
2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

Global
[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

Global
4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

Global
Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Global
Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Global
Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Global
Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Global
komentar
Close Ads X