Kepala NASA Tolak Jabatan di Bawah Kepemimpinan Joe Biden

Kompas.com - 11/11/2020, 12:53 WIB
Astronot NASA Bob Behnken (kiri) dan Doug Hurley berada di kapsul Roket SpaceX Crew Dragon di Kennedy Space Center di Florida, AS, menjelang peluncuran mereka, Jumat (30/5/2020) atau Sabtu (31/5/2020) waktu Indonesia. NASA meluncurkan dua astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari ini, yang merupakan peluncuran pertama astronot ke orbit oleh pihak swasta dan pesawat luar angkasa berawak pertama NASA dari AS dalam 9 tahun terakhir. AFP/STILL IMAGE FROM NASA TVAstronot NASA Bob Behnken (kiri) dan Doug Hurley berada di kapsul Roket SpaceX Crew Dragon di Kennedy Space Center di Florida, AS, menjelang peluncuran mereka, Jumat (30/5/2020) atau Sabtu (31/5/2020) waktu Indonesia. NASA meluncurkan dua astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari ini, yang merupakan peluncuran pertama astronot ke orbit oleh pihak swasta dan pesawat luar angkasa berawak pertama NASA dari AS dalam 9 tahun terakhir.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kepala NASA, Jim Bridenstine, menolak untuk melanjutkan jabatannya di bawah presiden terpilih Joe Biden.

Jim Bridenstine adalah orang yang ditunjuk menjabat oleh Presiden Donald Trump pada 2018.

Melansir CNN pada Selasa (10/11/2020), banyak pemangku kepentingan yang telah mendesak kubu Biden untuk tetap mempertahankan Bridenstine dalam perannya, karena NASA "membutuhkan seseorang yang dipercaya oleh pemerintah".

Baca juga: Apa Saja Janji-janji Joe Biden terhadap Muslim Amerika dan Dunia?

Namun, santer kabar Bridenstine berencana untuk meninggalkan jabatannya, bahkan jika dia diminta untuk tetap tinggal.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut membenarkan rencana Bridenstine ke CNN Business. Berita tersebut mengejutkan komunitas luar angkasa.

Baca juga: Akankah Korut Semakin Benci Amerika Usai Joe Biden Menang Pilpres?

Bridenstine telah komentarnya kepada Aviation Week, bahwa menegaskan keinginannya untuk keluar dari peran tersebut di NASA, sekalipun dia diminta untuk tetap tinggal.

Bridenstine memposisikan keputusannya sebagai keputusan yang akan melayani kepentingan terbaik NASA.

Baca juga: Presiden Iran: Kemenangan Joe Biden Kompensasi Kesalahan AS Sebelumnya

"Yang Anda butuhkan adalah seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan presiden Amerika Serikat," kata Bridenstine kepada Aviation Week.

"Anda membutuhkan seseorang yang dipercaya oleh administrasi...termasuk OMB (Kantor Manajemen dan Anggaran), Dewan Antariksa Nasional, dan Dewan Keamanan Nasional," lanjutnya.

Baca juga: Kemenangan Joe Biden dan Harapan Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Indonesia

"Dan saya pikir, saya tidak akan menjadi orang yang tepat untuk itu dalam pemerintahan baru," tandasnya.

Bridenstine tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar lebih lanjut.

Baca juga: Putin Tak Akan Beri Selamat kepada Joe Biden karena Hal Ini


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X