Usai Disuntik Vaksin Sputnik V, 3 Petugas Medis Rusia Baru Ketahuan Terinfeksi Covid-19

Kompas.com - 11/11/2020, 07:57 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

ALTAI, KOMPAS.com - Tiga kasus infeksi Covid-19 kembali dilaporkan kemarin Selasa (10/11/2020) di wilayah Altai, Siberia, Rusia.

Petugas medis di wilayah Altai yang divaksinasi beberapa pekan lalu dengan Gam-COVID-Vac dengan merek dagang Sputnik V, dilaporkan positif Covid-19.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sputnik V Buatan Rusia Akan Diuji Coba di India

Sebanyak 42 petugas medis telah divaksinasi oleh vaksin produksi lembaga penelitian Gamaleya yang berbasis di Moskwa akhir September lalu dengan kepala ahli epidemiologi regional, Irina Pereladova menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi.

Menurut protokol Sputnik V, dosis kedua disuntikkan pada 14 Oktober.

Baca juga: Vaksin Corona Sputnik V Akan Diproduksi di Korea Selatan

Sehari sebelum vaksinasi dilakukan kepada petugas medis tersebut, tes Covid-19 dilakukan dan semuanya menunjukkan hasil negatif.

Laporan Irina Pereladova kepada Amic.ru News mengatakan bahwa para petugas medis berarti terinfeksi Covid dalam waktu 24 jam setelah melakukan uji virus dan sebelum mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Baca juga: Menkes AS Curiga soal Klaim Rusia tentang Vaksin Sputnik V

Pereladova menjelaskan bahwa "tidak ada jaminan setelah vaksinasi, seseorang tidak akan sakit, karena mungkin [orang itu] sedang dalam periode inkubasi."

Melansir Kompas.com, Sputnik V adalah vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya yang bekerja sama dengan kementerian pertahanan Rusia.

Menurut kementerian kesehatan Rusia, vaksin ini diharapkan mampu memberi kekebalan terhadap virus corona hingga 2 tahun lamanya.

Baca juga: Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona Sputnik V Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Global
Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Global
Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Internasional
Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Global
Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Global
200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

Global
komentar
Close Ads X