Sekjen Palestina yang Dirawat di Israel Meninggal karena Covid-19

Kompas.com - 10/11/2020, 21:28 WIB
Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat. AFP / AHMAD GHARABLISekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Pembebasan Palestina ( PLO) dan ketua negosiator, Saeb Erekat meninggal pada Selasa (10/11/2020) karena komplikasi virus corona pada usia 65 tahun, kata kantor presiden Palestina.

Kantor presiden Mahmud Abbas mengatakan Saeb Erekat meninggal di Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem, di mana dia dirawat pada 18 Oktober

Rumah sakit Hadassah mengatakan Erekat "meninggal di unit perawatan intensif," di mana dia berada dalam kondisi kritis selama beberapa pekan, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Gejala Positif Corona Makin Parah, Sekjen Palestina Dibawa ke Israel

Menurut pemberitaan Kompas.com sebelumnya, bahwa pada Minggu (18/10/2020), Erekat dievakuasi dari rumahnya di Jericho, Tepi Barat, ke Hadassah Medical Center di kawasan Ein Kerem, Tel Aviv Barat, setelah didiagnosis positif Covid-19 dan kondisinya memburuk, menurut keterangan Departemen Negosiasi PLO.

Menurut pernyataan PLO yang dikutip Russian Today, politisi tersebut dievakuasi karena "masalah kesehatan kronis yang dia alami dalam sistem pernapasan".

Baca juga: Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Saeb Erekat diyakini rawan terkena komplikasi Covid-19 karena riwayat kesehatannya, termasuk serangan jantung pada 2012 dan transplantasi paru pada 2017.

Lahir di Yerusalem pada 1955, Erekat tinggal di kota alkitabiah Yerikho di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca juga: Lakukan Penghancuran Terbesar terhadap Rumah Palestina, Israel Ditegur PBB

Erekat adalah seorang akademisi dan penulis yang menguasai bahasa Inggris yang sempurna dan sering membumbui bahasa tulisannya dengan humor, sebagaimana dilansir dari AFP.

Erekat adalah bagian dari setiap tim Palestina yang bernegosiasi dengan Israel sejak 1991, dengan pengecualian khusus dari delegasi yang secara diam-diam menyetujui kesepakatan Oslo pada 1993.

Baca juga: Militer Israel Hancurkan Rumah Palestina Lagi, Pembongkaran Terbesar Dalam 4 Tahun

Tumbuh dalam bayang-bayang kemenangan telak Israel atas tetangga Arabnya dalam Perang Enam Hari 1967, ia mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mencari penyelesaian atas konflik kedua kubu tersebut.

Namun, dia menyaksikan dengan putus asa solusi 2 negara yang telah lama dia kerjakan semakin dirusak oleh perluasan pemukiman Israel, kekerasan sporadis, upaya perdamaian yang terhenti, dan perpecahan Palestina.

Baca juga: Ucapkan Selamat Kepada Biden, Presiden Palestina Minta AS Perkuat Hubungan dengan Negaranya


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Migas Global Didesak Hentikan Danai Junta Militer Myanmar

Perusahaan Migas Global Didesak Hentikan Danai Junta Militer Myanmar

Global
Kecelakaan Parah, Truk Tabrak Mobil SUV Isi 25 Orang, 13 Tewas

Kecelakaan Parah, Truk Tabrak Mobil SUV Isi 25 Orang, 13 Tewas

Global
Kursi Myanmar di PBB Sekarang Diperebutkan Militer dan Non-Militer

Kursi Myanmar di PBB Sekarang Diperebutkan Militer dan Non-Militer

Global
Gubernur New York Tersandung Skandal Pelecehan Seksual, 3 Wanita Mengaku Jadi Korban

Gubernur New York Tersandung Skandal Pelecehan Seksual, 3 Wanita Mengaku Jadi Korban

Global
Varian Covid-19 Berkembang Cepat di Italia, Terutama pada Anak-anak

Varian Covid-19 Berkembang Cepat di Italia, Terutama pada Anak-anak

Global
[POPULER GLOBAL] Wanita Temukan Muntahan Paus Bisa Kaya Mendadak | Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

[POPULER GLOBAL] Wanita Temukan Muntahan Paus Bisa Kaya Mendadak | Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

Global
Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Global
Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Global
Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Global
Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Global
Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Global
Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Global
Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Global
ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

Global
Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Global
komentar
Close Ads X