Biden Menang Pilpres AS, Korea Selatan Bahagia karena Dijanjikan Tidak akan "Diperas"

Kompas.com - 10/11/2020, 19:26 WIB
Militer AS berbaris pada November 2015. REUTERSMiliter AS berbaris pada November 2015.

SEOUL, KOMPAS.com - Kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS menjadi kabar baik bagi Korea Selatan terkait biaya ribuan pasukan AS di semenanjung Korea yang bernilai miliaran dollar AS.

Donald Trump telah menuntut biaya sebanyak 5 miliar dollar AS (Rp 70,3 triliun) kepada Korea Selatan untuk sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di sana.

Penempatan pasukan AS adalah warisan dari Perang Korea pada 1950-1953 yang secara teknis belum selesai.

Baca juga: Pejabat Tinggi Korea Selatan akan Kunjungi AS di Tengah Situasi Ketidakpastian Pemilu

Berbeda dengan Trump, seperti yang dilansir dari Reuters pada Selasa (10/11/2020), Biden dikatakan telah berjanji tidak akan "memeras" Korea Selatan terkait penempatan pasukan AS tersebut.

Pemerintah Korea Selatan mempersiapkan pemerintahan Biden akan menyepakati proposal Seoul yang diajukan, sehingga Korea Selatan cukup membayar 13 persen lebih atau sekitar 1 miliar dollar AS (Rp 14 triliun) per tahun.

Baca juga: Deteksi Personel Tak Dikenal, Korea Selatan Gelar Operasi di Perbatasan

Sementara, Trump menuntut sebanyak 5 miliar dollar AS sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk membuat sekutu berkontribusi lebih banyak terhadap pertahanan.

Seorang juru bicara kampanye Biden menolak berkomentar, dan pejabat Korea Selatan mengatakan tidak jelas seberapa dalam timnya memikirkan tentang garis besar Perjanjian Tindakan Khusus (Special Measures Agreement/SMA) yang baru.

Baca juga: Kemenangan Joe Biden dan Harapan Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Indonesia

"Tetapi, kenaikan 13 persen yang dibahas dalam negosiasi sebelumnya dapat dianggap masuk akal," kata seorang pejabat pemerintah Korea Selatan, yang berbicara tanpa menyebut nama untuk membahas negosiasi diplomatik.

“Kami akan tahu lebih banyak ketika kami benar-benar duduk dengan tim mereka setelah pemerintahan baru menunjuk negosiator baru atau menunjuk kembali petahana (tim negosiator awal)," kata pejabat itu.

Baca juga: Akankah Korut Semakin Benci Amerika Usai Joe Biden Menang Pilpres?

"Tetapi, setidaknya ada lebih banyak prediktabilitas sekarang dan Gedung Putih di bawah pemerinitahan Biden tidak akan memveto kesepakatan yang hampir selesai pada menit terakhir,” lanjutnya.

Pada April, Reuters melaporkan Trump telah menolak proposal 13 persen itu, yang mungkin dianggap sebagai tawaran terbaik Seoul menjelang pemilihan parlemen bulan itu.

Baca juga: Putin Tak Akan Beri Selamat kepada Joe Biden karena Hal Ini


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UNIK GLOBAL] Wanita Temukan Muntahan Paus Berpotensi Kaya Mendadak | Pria Samarkan PS5 sebagai WiFi

[UNIK GLOBAL] Wanita Temukan Muntahan Paus Berpotensi Kaya Mendadak | Pria Samarkan PS5 sebagai WiFi

Global
[Cerita Dunia] Kamagasaki, Kota Kumuh di Jepang yang Dihapus dari Peta

[Cerita Dunia] Kamagasaki, Kota Kumuh di Jepang yang Dihapus dari Peta

Global
Di Balik Cermin Kamar Mandi, Wanita Ini Temukan Ruangan Tersembunyi

Di Balik Cermin Kamar Mandi, Wanita Ini Temukan Ruangan Tersembunyi

Global
Kisah Wanita dengan Luka Bakar Parah akibat Zat Asam, Temukan Pasangan Hidup 13 Tahun Kemudian

Kisah Wanita dengan Luka Bakar Parah akibat Zat Asam, Temukan Pasangan Hidup 13 Tahun Kemudian

Global
'Ini Tidak Adil' Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

"Ini Tidak Adil" Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

Global
Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Global
WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Global
Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Global
Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
komentar
Close Ads X