PM Armenia Umumkan "Gencatan Senjata Menyakitkan" dengan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Kompas.com - 10/11/2020, 06:38 WIB
Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di wilayah separatis Republik Nagorny-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020. AP/Sipan GyulumyanSeorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di wilayah separatis Republik Nagorny-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020.

YEREVAN, KOMPAS,.com - Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengumumkan, dia menandatangani gencatan senjata dengan Azerbaijan dan Rusia di Nagorno-Karabakh.

"Saya telah menandatangani kesepakatan dengan Presiden Azerbaijan dan Presiden Rusia," terang Pashinyan dalam rilis di Facebook.

Baca juga: Azerbaijan Tembak Jatuh Helikopter Rusia di Perbatasan Armenia

"Langkah yang diambil ini tidak hanya menyakitkan bagi saya, namun juga seluruh rakyat," lanjut PM yang juga seorang jurnalis itu.

Pengumuman itu diperkuat pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana dia menyepakati gencatan senjata itu dengan Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

Dikutip AFP Senin (9/11/2020), PM Armenia sejak Mei 2018 itu menerangkan perjanjian itu bakal diterapkan pukul 01.00 waktu setempat pada Selasa (10/11/2020).

Pernyataan yang dibuat Pashinyan pun resmi mengakhiri perang dua negara di Nagorno-Karabakh, yang pecah pada 27 September lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya memutuskan ini setelah menganalisis secara mendalam situasi yang dihadapi militer," papar Pashinyan merespons perkembangan terbaru di Karabakh.

Dia merujuk kepada keterangan kelompok separatis etnis Armenia yang mengumumkan mereka kehilangan Shusha, yang adalah kota penting di Karabakh.

Meski Yerevan sudah mengeklaim baku tembak masih berlanjut, namun separatis sudah mengumumkan mereka gagal mempertahankannya.

Kini, separatis menyatakan bahwa mereka terancam kehilangan Stepanakert yang merupakan ibu kota region di Kaukasus tersebut.

Karena itu, Pashinyan menerangkan bahwa gencatan senjata itu, meski menyakitkan, merupakan solusi terbaik untuk rakyatnya.

Baca juga: Perang Azerbaijan-Armenia Masih Membara, Medan Tempur Geser ke Puncak Bukit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Singapura Perpanjang Pembatasan Sosial Sebulan

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Singapura Perpanjang Pembatasan Sosial Sebulan

Global
Pacar Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie, Ditemukan Tewas

Pacar Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie, Ditemukan Tewas

Global
Enes Kanter Dikecam China Setelah Sebut Xi Jinping 'Diktator Brutal' dan Dukung Tibet Merdeka

Enes Kanter Dikecam China Setelah Sebut Xi Jinping "Diktator Brutal" dan Dukung Tibet Merdeka

Global
Polisi Toronto di Kanada Terancam Tak Digaji Jika Menolak Divaksin

Polisi Toronto di Kanada Terancam Tak Digaji Jika Menolak Divaksin

Global
WHO: 180.000 Pekerja Medis Meninggal karena Covid-19

WHO: 180.000 Pekerja Medis Meninggal karena Covid-19

Global
Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Global
Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Global
Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Global
Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Global
POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

Global
Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Global
Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Global
Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Global
Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.