Lumbung Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Mongolia Dalam

Kompas.com - 09/11/2020, 21:35 WIB
Foto yang diambil pada 5 Oktober 2020 memperlihatkan pemandangan musim gugur di Taman Hutan Nasional Hadamen di Hohhot, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. XINHUA/PENG YUANFoto yang diambil pada 5 Oktober 2020 memperlihatkan pemandangan musim gugur di Taman Hutan Nasional Hadamen di Hohhot, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.

HOHHOT, KOMPAS.com - Para arkeolog menemukan sebuah dek yang ditinggikan, yang diyakini merupakan fondasi sebuah lumbung berusia 2.000 tahun, di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.

Struktur dengan panjang 170 meter dan lebar 21 meter ini ditemukan di puing-puing sebuah kota perbatasan seluas 110.000 meter persegi dari era Dinasti Han Barat (206 SM-25 M) yang terletak di Distrik Yuquan, ibu kota regional Hohhot.

Ekskavasi ini merupakan upaya bersama dari institut riset regional untuk relik budaya dan arkeologi dengan Universitas Sun Yat-sen.

Baca juga: Akibat Wabah Pes di Mongolia Dalam, China Isolasi Satu Desa

Total 16 parit ditemukan di bawah lantai bangunan, sebuah struktur yang dibangun untuk ventilasi dan mencegah kelembapan, ujar Liu Yang, ketua tim ekskavasi.

Liu menambahkan bahwa dinding-dindingnya terbuat dari kayu pinus yang tahan lembap dan serangga.

Gudang bawah tanah, yang diyakini digunakan untuk menyimpan biji-bijian, telah digali dari lokasi tempat ditemukannya jawawut.

Baca juga: Covid-19 di Mongolia: Berbatasan dengan China, Tak Catatkan Korban Meninggal

Para pakar juga menemukan beberapa periuk tembikar bertuliskan "wan dan", yang berarti biji-bijian berlimpah, pada bagian bawah periuk.

Jin Zhiwei, salah seorang anggota tim riset dari Universitas Sun Yat-sen mengatakan, ini merupakan dugaan temuan lumbung pertama yang digali di sebuah kota perbatasan dari era Dinasti Han Barat.

Temuan ini memberikan materi visual untuk penelitian arsitektur lumbung padi serta tata letak maupun makna tambahan dari sebuah kota perbatasan di era itu.

Temuan tersebut juga sangat signifikan bagi penelitian teknologi arsitektur kuno China, pengerahan strategis militer oleh pemerintah pusat ke wilayah-wilayah sepanjang Tembok Besar di kawasan utara, serta ekonomi pertanian di China utara selama era Dinasti Han.

Baca juga: Setelah Mongolia, Kini Penyakit Pes Ditemukan pada Seekor Tupai di AS


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
komentar
Close Ads X