Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/11/2020, 08:42 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

Sumber AFP

BAGHDAD, KOMPAS.com - Serangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian barat Baghdad, Irak tewaskan 11 orang pada Minggu malam (8/11/2020).

Serangan itu dilaporkan oleh sumber keamanan dan petugas medis kepada AFP. Para teroris itu melemparkan granat dan menembaki pasukan suku Hashed yang ditempatkan di Ar Radwaniyah di pinggir ibu kota Irak, Baghdad dekat bandara kota itu.

"ISIS menyerang menara pemantau, menewaskan lima anggota suku Hashed dan enam warga sipil lokal yang datang untuk membantu mengusir serangan itu," kata satu sumber keamanan.

Baca juga: Simpatisan ISIS dalam Penembakan di Wina Tipu Program Deradikalisasi Austria

Sebanyak 8 orang terluka dari insiden itu, mereka dipindahkan ke rumah sakit di Baghdad tengah.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada klaim pertanggung jawaban dari kelompok ekstremis dan teror itu.

Kelompok ISIS telah menyapu sepertiga wilayah Irak pada tahun 2014, merebut kota-kota besar di utara dan barat, mencapai pinggiran ibu kota Baghdad.

Baca juga: Warga Irak Khawatir Negaranya jadi Medan Tempur Ketika AS Ancam Tutup Kedutaannya

Setelah pertarungan sengit 3 tahun yang didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), Irak menyatakan ISIS kalah pada akhir 2017.

Koalisi telah menarik pasukan secara signifikan tahun ini, mengonsolidasikan mereka ke tiga pangkalan utama di Baghdad, Ain Al Assad di bagian barat dan Arbil di bagian utara.

Namun, sel ISIS terus melancarkan serangan tabrak lari terhadap pasukan keamanan dan infrastruktur negara, terutama di bagian gurun di mana pasukan di sana berjumlah sedikit.

Namun, serangan dengan korban yang begitu tinggi dan sangat dekat dengan ibu kota Irak, Baghdad jarang terjadi.

Baca juga: ISIS Klaim Pelaku Serangan Universitas Kabul yang Tewaskan 22 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kisruh Mogok Kerja Ribuan Dokter di Korea Selatan

Kisruh Mogok Kerja Ribuan Dokter di Korea Selatan

Global
Pengadilan Rusia Akan Dengarkan Kesaksian Ibu Alexei Navalny

Pengadilan Rusia Akan Dengarkan Kesaksian Ibu Alexei Navalny

Global
Jelang 2 Tahun Perang Rusia-Ukraina, G7 Akan Bahas Sanksi Baru untuk Moskwa

Jelang 2 Tahun Perang Rusia-Ukraina, G7 Akan Bahas Sanksi Baru untuk Moskwa

Global
Pilpres AS 2024: Nenek 91 Tahun Menang Gugatan Lawan Trump di Colorado

Pilpres AS 2024: Nenek 91 Tahun Menang Gugatan Lawan Trump di Colorado

Global
Keakraban Putin dan Kim Jong Un, Diberi Mobil Mewah Tanpa Syarat

Keakraban Putin dan Kim Jong Un, Diberi Mobil Mewah Tanpa Syarat

Global
Misteri Pilot Rusia yang Membelot ke Ukraina, Benarkah Tewas di Spanyol?

Misteri Pilot Rusia yang Membelot ke Ukraina, Benarkah Tewas di Spanyol?

Global
Ibunda Navalny pada Putin: Biarkan Saya Melihat Jenazah Anak Saya

Ibunda Navalny pada Putin: Biarkan Saya Melihat Jenazah Anak Saya

Global
Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Global
Rangkuman Hari Ke-727 Serangan Rusia ke Ukraina: Mobil Limosin untuk Kim | Putin Bicara Senjata Nuklir di Luar Angkasa

Rangkuman Hari Ke-727 Serangan Rusia ke Ukraina: Mobil Limosin untuk Kim | Putin Bicara Senjata Nuklir di Luar Angkasa

Global
Sulitnya WNI Dapat Izin Kerja di Malaysia karena Calo...

Sulitnya WNI Dapat Izin Kerja di Malaysia karena Calo...

Global
Pria India Ini Meninggal Saat Jalani Operasi Perbaikan Senyum Jelang Pernikahan

Pria India Ini Meninggal Saat Jalani Operasi Perbaikan Senyum Jelang Pernikahan

Global
Warga Malaysia Ramai-ramai Kerja ke Singapura dan Brunei, Bisa Hasilkan Rp 208 Juta Per Bulan

Warga Malaysia Ramai-ramai Kerja ke Singapura dan Brunei, Bisa Hasilkan Rp 208 Juta Per Bulan

Global
Kronologi Brasil-Israel Bersitegang soal Gaza

Kronologi Brasil-Israel Bersitegang soal Gaza

Global
Kata Hamas soal AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera

Kata Hamas soal AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera

Global
AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza, Tuai Kecaman Sekutu

AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza, Tuai Kecaman Sekutu

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com