Kompas.com - 08/11/2020, 10:55 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di Gedung Putih, Kamis (5/11/2020). AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di Gedung Putih, Kamis (5/11/2020).

PHILADELPHIA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memicu kebingungan setelah mengumumkan tiga kali di Twitter bahwa akan ada "jumpa pers besar" di Philadelphia yang tidak dapat dia jelaskan di mana lokasi persisnya.

Melansir The Independent, pada awalnya, Trump mengatakan bahwa jumpa pers akan dilaksanakan di Four Seasons, Philadelphia. 

"Jumpa Pers pengacara di Four Seasons, Philadelphia. 11:00 pagi," kicau presiden Trump pada Sabtu pagi (7/11/2020) waktu setempat.

Dari informasi itu, awak media mengira jumpa pers akan berlangsung di hotel bintang empat pusat kota itu, Hotel Four Seasons.

Akhirnya beberapa jurnalis yang tiba di hotel itu pun bingung karena parkiran hotel tersebut sepi mobil. Rupanya, lokasi Four Seasons yang dimaksud adalah sebuah toko yang lokasinya tidak disebutkan detil.

Kicauan itu akhirnya dikoreksi Trump, "Konferensi pers besar hari ini di Philadelphia di Four Seasons Total Landscaping-11.30!" dengan penegasan, bukan di hotel Four Seasons.

Baca juga: Kalah Pilpres AS, Apa yang Akan Dilakukan Trump Selanjutnya?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa menit kemudian dia mengirim twit lagi, "Konferensi pers pengacara di landscaping Four Seasons, Philadelphia. Nikmatilah!"

Jika ditelusuri secara online, Four Seasons Total Landscaping adalah bisnis lokal yang bergerak di bidang pertanaman di daerah pinggiran Philadelphia yang didirikan pada tahun 1992.

Baca juga: Biden Jadi Presiden AS Terpilih, Pendukung Trump Tidak Terima

Masih belum diketahui dengan jelas mengapa kuasa hukum tim kesuksesan Trump mengadakan jumpa pers di sana, yang jelas mereka dan para pendukung Trump meragukan hasil pemilihan yang memenangkan Joe Biden dari Demokrat.

Kuasa hukum tim kampanye Trump mengeklaim menyaksikan kecurangan selama proses pemilihan berlangsung.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Global
Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Global
Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Global
Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Global
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Global
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Global
Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Global
Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Global
Uni Eropa Izinkan 'Perjalanan Tidak Penting' dari AS dan Negara Lain

Uni Eropa Izinkan "Perjalanan Tidak Penting" dari AS dan Negara Lain

Global
Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Global
komentar
Close Ads X