Jet Tempur Etiopia Bombardir Wilayah Tigray, Perang Saudara Dikhawatirkan Meletus

Kompas.com - 07/11/2020, 20:08 WIB
Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed. AFP / EDUARDO SOTERASPerdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com – Jet tempur Etiopia dilaporkan membombardir wilayah Tigray pada Jumat (6/11/2020). Memicu kekhawatiran meletusnya perang saudara.

Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed berjanji akan melakukan lebih banyak serangan udara di kawasan tersebut.

Pasalnya, pihaknya mendapat laporan bahwa pasukan bersenjata Tigray telah menguasai situs militer dan senjata milik pemerintah federal.

Abiy memperingatkan warga sipil di wilayah utara Etiopia harus menghindari “kerusakan tambahan” dengan tidak berkumpul di luar karena serangan akan terus berlanjut.

Baca juga: Pertempuran Hebat Dilaporkan Meletus di Etiopia

Pernyataan Abiy dikelaurkan pada Jumat dan disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah sebagaimana dilansir dari Reuters.

Perselisihan sengit antara pemerintah federal Etiopia dan kelompok Tigrayan meledak pada Rabu (4/11/2020) setelah Abiy memerintahkan kampanye militer di wilayah Tigray.

Abiy, yang memenangi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, menuduh Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), menyerang pangkalan militer federal dan mencoba mencuri perlengkapan militer.

Ketika itu, dia menyebut tindakan TPLF tersebut telah melanggar “garis merah” yang telah ditentukan.

Baca juga: Sengketa Bendungan Sungai Nil antara Mesir, Ethiopia, dan Sudan

Wilayah Tigray sebelumnya menggelar pemilihan lokal pada September tanpa persetujuan pemerintah federal Etiopia.

Pemerintah federal Etiopia lantas menyebut pemilihan tersebut ilegal dan membentuk pemerintahan sementara di wilayah tersebut.

"Keputusan telah diambil untuk mencopot badan eksekutif dan dewan wilayah (Tigray) saat ini," kata House of Federation Etiopia dalam sebuah pernyataan di akun Facebook-nya.

Organisasi pegiat hak digital, Access Now, melaporkan jaringan komunikasi telepon dan internet di wilayah Tigray telah diputus oleh pemerintah federal Etiopia.

Baca juga: Sengketa Bendungan GERD di Sungai Nil, Ethiopia Yakin Tak Rugikan Siapa Pun

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Myanmar: Apa yang Bisa Diharapkan dari Pertemuan Pemimpin ASEAN

Myanmar: Apa yang Bisa Diharapkan dari Pertemuan Pemimpin ASEAN

Global
Australia Nyatakan Siap Bantu Indonesia Mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Australia Nyatakan Siap Bantu Indonesia Mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Global
Hotel yang Dihuni Dubes China Meledak di Pakistan

Hotel yang Dihuni Dubes China Meledak di Pakistan

Global
[POPULER GLOBAL] Dukungan untuk Ustaz Malaysia atas Kontroversi Foto | Klarifikasi Otoritas Terusan Suez atas Pembayaran Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given

[POPULER GLOBAL] Dukungan untuk Ustaz Malaysia atas Kontroversi Foto | Klarifikasi Otoritas Terusan Suez atas Pembayaran Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Amina, Pendekar Wanita dari Benua Hitam

[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Amina, Pendekar Wanita dari Benua Hitam

Internasional
Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Global
Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Global
Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Global
Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Global
Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Global
KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

Global
KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

Global
53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

Global
Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Global
Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
komentar
Close Ads X