Kompas.com - 07/11/2020, 19:19 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat pusat-pusat dukungan di Jepang dihubungi lebih dari 23.000 kali oleh para korban kekerasan seksual antara April dan September.

Jumlah tersebut naik 15,5 persen secara tahunan, seperti disampaikan media setempat, mengutip pernyataan seorang menteri di Kabinet Jepang pada Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Dalam sebuah konferensi pers terkait hal itu, Seiko Hashimoto, menteri yang bertanggung jawab atas kesetaraan gender, mengatakan pusat-pusat dukungan didirikan di setiap 47 prefektur di Jepang.

Fasilitas tersebut berfungsi untuk membantu para korban kekerasan seksual yang melapor lewat telepon, surat elektronik (e-mail), atau datang langsung yang totalnya mencapai 23.050 kali, lapor Kyodo News.

Baca juga: Bayi Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Rekamannya Disebar, Polisi Buru Pelaku

"Lebih banyak orang perlu memahami berapa banyak wanita yang menjadi korban kekerasan seksual di tengah pandemi Covid-19, dan pemerintah harus memberi dukungan kepada mereka secara memadai," ujar sang menteri dalam konferensi pers tersebut.

Sebagian besar kontak yang dilakukan oleh para korban ke pusat dukungan itu pada Agustus tercatat 4.456 kasus, naik 895 dibandingkan bulan yang sama tahun lalu sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Baca juga: Ibu Ini Tega Membiarkan Ketiga Anaknya Mengalami Kekerasan Seksual oleh Banyak Pria

Perlu diketahui juga bahwa sejumlah pelaku penyerangan terhadap para korban bukanlah pasangan atau orang yang tinggal serumah dengan mereka, tapi orang yang mereka temui di situs media sosial, aplikasi kencan, dan situs web.

Data tersebut juga menyoroti bahwa seiring dengan penyebaran pandemi yang memaksa adanya perubahan gaya hidup, termasuk bekerja dan belajar dari rumah, para korban dapat terjebak dengan pelaku di rumah untuk waktu yang lama tanpa mampu melarikan diri dengan mudah.

Baca juga: Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Waktu yang dihabiskan di dalam ruang yang sempit juga berkontribusi atas peningkatan jumlah kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga pada umumnya, papar pusat dukungan itu.

"Penting untuk segera memberikan dukungan medis, hukum, dan mental kepada korban penyerangan," imbuh Hashimoto.

Baca juga: Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Xinhua

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Manusia Laba-laba di Dunia Nyata, Pernah Ngotot Panjat Burj Khalifa Tanpa Pengaman

Kisah Manusia Laba-laba di Dunia Nyata, Pernah Ngotot Panjat Burj Khalifa Tanpa Pengaman

Global
Akhir Naas Pria Tertinggi dalam Sejarah Dunia

Akhir Naas Pria Tertinggi dalam Sejarah Dunia

Global
Ratusan Rohingya Terdampar di Kapal Bocor Lepas Pantai Thailand, Begini Kondisinya

Ratusan Rohingya Terdampar di Kapal Bocor Lepas Pantai Thailand, Begini Kondisinya

Global
Ekstrimis Sayap Kanan Berencana Ubah Tatanan Jerman dengan Kekerasan

Ekstrimis Sayap Kanan Berencana Ubah Tatanan Jerman dengan Kekerasan

Global
Logo Anti-lockdown China Dipasarkan Disney, Tunjukkan Beruang Pooh Cemberut dengan Kertas Kosong

Logo Anti-lockdown China Dipasarkan Disney, Tunjukkan Beruang Pooh Cemberut dengan Kertas Kosong

Global
Bukan Pertama Kali, Insiden Jatuh ke Sumur Bor Pernah Timpa Bocah Bisu Tuli India, 105 Jam Terjebak Bersama Ular

Bukan Pertama Kali, Insiden Jatuh ke Sumur Bor Pernah Timpa Bocah Bisu Tuli India, 105 Jam Terjebak Bersama Ular

Global
B-21 Raider, Pesawat Pembom Nuklir Generasi Terbaru Dipamerkan AS, Bisa Terbang Tanpa Awak

B-21 Raider, Pesawat Pembom Nuklir Generasi Terbaru Dipamerkan AS, Bisa Terbang Tanpa Awak

Global
Upaya Kudeta di Jerman, Polisi Tangkap 25 Orang dalam Operasi Anti-teror di Seluruh Negeri

Upaya Kudeta di Jerman, Polisi Tangkap 25 Orang dalam Operasi Anti-teror di Seluruh Negeri

Global
Dubes Swedia Optimis Investasi ke Indonesia Tetap Bisa Berkembang di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Dubes Swedia Optimis Investasi ke Indonesia Tetap Bisa Berkembang di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Global
Bocah India Jatuh ke Sumur Bor Sedalam 122 Meter, 16 Jam Penyelamatan Belum Membuahkan Hasil

Bocah India Jatuh ke Sumur Bor Sedalam 122 Meter, 16 Jam Penyelamatan Belum Membuahkan Hasil

Global
Kancah Musik Elektronik Arab Saudi: Meledak Tak Terbendung, Akhiri Era Konservatif

Kancah Musik Elektronik Arab Saudi: Meledak Tak Terbendung, Akhiri Era Konservatif

Global
Hakim AS Tolak Gugatan Pembunuhan Khashoggi ke MBS

Hakim AS Tolak Gugatan Pembunuhan Khashoggi ke MBS

Global
Borong 300 iPhone, Pria Ini Langsung Dirampok saat Keluar Toko

Borong 300 iPhone, Pria Ini Langsung Dirampok saat Keluar Toko

Global
Arahan Darurat Gubenur Maryland AS Larang Penggunaan TikTok

Arahan Darurat Gubenur Maryland AS Larang Penggunaan TikTok

Global
Suporter Sepak Bola, Instrumen 'Soft Power Diplomacy' ala Jepang

Suporter Sepak Bola, Instrumen "Soft Power Diplomacy" ala Jepang

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.