Kremlin Bantah Rumor yang Menyebut Putin Bakal Mundur karena Parkinson

Kompas.com - 07/11/2020, 18:51 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi virtual dengan jajaran kabinetnya di Novo-Ogaryovo, Rusia, 11 Agustus 2020. SPUTNIK via REUTERSPresiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi virtual dengan jajaran kabinetnya di Novo-Ogaryovo, Rusia, 11 Agustus 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pihak Kremlin membantah kabar yang menyebut bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan mundur dari jabatannya pada 2021 karena kekhawatiran menderita Parkinson.

Diberitakan sebelumnya bahwa pakar politik Rusia, Profesor Valery Solovei, menyebut bahwa Putin didesak orang-orang terdekatnya untuk mundur dari kursi kepresidenan Rusia.

Menurutnya, kekasih Putin, Alina Kabaeva, serta kedua putrinya Maria Vorontsova (35) dan  Katerina Tikhonova (34), mendesaknya Putin mundur karena masalah kesehatan.

Putin telah memegang jabatan sebagai Presiden rusia dengan total masa jabatan 20 tahun sebagaimana dilansir dari Mirror.

Baca juga: Putin Dirumorkan Hendak Mundur sebagai Presiden Rusia karena Terkena Penyakit Parkinson

Sebuah video yang beredar di dunia maya memperlihatkan kaki pria berusia 68 tahun itu gemetar saat dia memegang erat kursi telah menimbulkan kecurigaan tentang kesehatannya.

Selain itu, dalam beberapa video lain, Putin tampak kesakitan saat berpegangan pada sandaran tangan kursi.

"Ada sebuah keluarga, itu memiliki pengaruh besar padanya. Dia bermaksud mengumumkan rencana penyerahannya pada Januari (2021)," kata Solovei.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, spekulasi pengunuran diri Putin juga dipicu oleh rancangan undang-undang (RUU) yang diperkenalkan Putin dan saat ini sedang diproses oleh parlemen Rusia.

Baca juga: Tampak Kurang Ramah, Putin Tangkis Serangan Trump terhadap Biden

RUU tersebut bakal menjamin kekebalan dari penuntutan hukum dan tunjangan negara untuk mantan presiden, seumur hidup.

RUU tersebut, yang saat ini ada di parlemen, akan memberikan kekebalan mantan presiden dari tuntutan pidana yang dilakukan selama hidupnya.

Itu adalah RUU kedua yang dalam pekan ini membahas ketentuan khusus untuk mantan presiden Rusia, yang semakin memicu spekulasi pengunduran diri Putin dalam waktu dekat.

Baca juga: Putin Ajak AS Perpanjang Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan laporan media yang didasarkan pada pernyataan Solovei itu salah.

"Ini benar-benar tidak masuk akal. Semuanya baik-baik saja dengan presiden," kata Peskov.

Ketika ditanya apakah Putin berencana untuk mundur dalam waktu dekat seperti yang diutarakan Solovei, Peskov dengan tegas menjawab tidak.


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X