Sering Dikunjungi Pelaku Penembakan, 2 Masjid di Kota Wina Ditutup

Kompas.com - 07/11/2020, 06:28 WIB
Polisi bersenjata berjaga di dekat gedung opera di Wina, Austria, menyusul insiden penembakan di pusat kota, Senin (2/11/2020). Sejumlah orang bersenjata menyerang enam lokasi di Wina pada Senin malam, menewaskan sedikinya 2 orang dan melukai 14 orang. AFP/JOE KLAMARPolisi bersenjata berjaga di dekat gedung opera di Wina, Austria, menyusul insiden penembakan di pusat kota, Senin (2/11/2020). Sejumlah orang bersenjata menyerang enam lokasi di Wina pada Senin malam, menewaskan sedikinya 2 orang dan melukai 14 orang.

WINA, KOMPAS.com - Pemerintah Austria memerintahkan pada Jumat (6/11/2020) penutupan 2 masjid di ibu kota Wina yang sering dikunjungi oleh penyerang atas kasus penembakan yang menewaskan 4 orang di pusat kota, pada awal pekan ini.

Penembakan pada Senin adalah serangan besar pertama Austria dalam beberapa dekade dan yang pertama dilakukan oleh seorang ekstremis Islam, yang diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai yang berusia 20 tahun, yang kemudian dibunuh oleh polisi dalam proses penangkapannya.

Menteri Integrasi Austria, Susanne Raab mengatakan pada konferensi pers bahwa kantor urusan agama pemerintah "diberitahu oleh kementerian dalam negeri bahwa penyerang pada Senin, sejak dibebaskan dari penjara, telah berulang kali mengunjungi 2 masjid Wina".

Baca juga: Serangan Wina, Austria Akui Gagal Tindak Lanjuti Peringatan Slovakia

Melansir AFP pada Jumat (6/11/2020), kedua masjid berada di pinggiran barat Wina, satu bernama masjid Melit Ibrahim di distrik Ottakring dan yang lainnya adalah masjid Tewhid di daerah Meidling.

Badan intelijen domestik BVT "memberi tahu kami bahwa kunjungan ke masjid-masjid ini meningkatkan radikalisasi penyerang," kata Raab.

Hanya satu dari masjid yang secara resmi terdaftar sebagai lokasi radikalisasi, kata Raab.

Baca juga: Simpatisan ISIS dalam Penembakan di Wina Tipu Program Deradikalisasi Austria

Sebuah pernyataan dari Komunitas Agama Islam Austria yang diakui secara resmi mengatakan satu masjid yang terdaftar secara resmi ditutup karena melanggar aturan atas "doktrin agama dan konstitusinya", serta undang-undang nasional yang mengatur lembaga-lembaga Islam.

Pada hari yang sama, departemen kejaksaan Wina mengatakan kepada AFP bahwa 6 dari 16 orang yang ditahan sejak serangan itu telah dibebaskan, dengan sisanya tetap ditahan saat penyelidikan terhadap lingkaran penyerang berlanjut.

Baca juga: Simpatisan ISIS yang Bunuh 4 Orang di Wina Berpose dengan Senjata Sebelum Beraksi

Tersangka pria bersenjata, Fejzulai berkewarganegaraan ganda Austria-Makedonia, sebelumnya telah dihukum karena mencoba bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah.

Serangan pria bersenjata yang terjadi pada Senin (2/11/2020) di Wina, Austria, terdapat 4 orang dilaporkan tewas dan 23 lainnya mengalami luka-luka, seperti yang diberitakan Kompas.com sebelumnya. 

Baca juga: Teror Penembakan di Wina, 14 Tersangka Ditahan

Polisi Slovakia sebelumnya telah memberitahu pihak berwenang Austria tentang "tersangka dari Austria" yang mencoba membeli amunisi pada Juli lalu.

Tersangka itu pada Desember awal rupanya juga dibebaskan lebih dini karena berhasil mengelabui program deradikalisasi.

Dia dibebaskan dan setelah itu dia mencoba bergabung dengan para ekstremis di Suriah.

Baca juga: Tersangka Penembakan Wina Simpatisan ISIS, 4 Warga Sipil Tewas


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Global
Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Global
Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Global
Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Global
Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Global
Desa di India Gelar 'Nobar' dan Pesta Rayakan Pelantikan Kamila Harris

Desa di India Gelar "Nobar" dan Pesta Rayakan Pelantikan Kamila Harris

Global
Dikosongkan saat Lockdown, Gedung Perkantoran Disulap Jadi Ladang Ganja

Dikosongkan saat Lockdown, Gedung Perkantoran Disulap Jadi Ladang Ganja

Global
Kata-kata Trump Dipakai Greta Thunberg Menyindirnya Balik Saat Lengser

Kata-kata Trump Dipakai Greta Thunberg Menyindirnya Balik Saat Lengser

Global
Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Perang Dunia II

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Perang Dunia II

Global
2 Bom Bunuh Diri Guncang Irak, 20 Orang Tewas

2 Bom Bunuh Diri Guncang Irak, 20 Orang Tewas

Global
komentar
Close Ads X