Minta Hentikan Penghitungan Suara Pilpres, Trump Disebut "Anak Nakal yang Pemarah"

Kompas.com - 06/11/2020, 19:31 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mendengarkan penjelasan normalisasi hubungan Bahrain-Israel di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat mendengarkan penjelasan normalisasi hubungan Bahrain-Israel di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020).

WARSAWA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk menyebut Donald Trump sebagai "anak nakal yang pemarah" yang menggunakan kebohongan dan konflik untuk tetap berkuasa.

Tusk, mantan perdana menteri Polandia yang sekarang mengepalai kelompok utama kanan-tengah di Parlemen Eropa, menyamakan sikap Trump dengan Jaroslaw Kaczynski.

Melansir Reuters pada Jumat (6/11/2020), Tusk menyebut Kaczynski dan Trump menggunakan strategi serupa untuk memecah belah masyarakat dan menggunakan propaganda untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Dikenal karena bebas berkomentar, Tusk mengatakan upaya Trump untuk menghentikan penghitungan suara setelah pemilihan presiden AS pada Selasa (3/11/2020), adalah pukulan bagi demokrasi negaranya.

Baca juga: Pilpres AS: Begini Reaksi Musuh dan Sekutu

"Jika kita melihat perilaku Trump, terutama dalam beberapa jam terakhir...atau di Jaroslaw Kaczynski, maka ciri umum mereka adalah bahwa mereka berperilaku seperti anak nakal yang paling pemarah di daerah tanjung berpasir," kata Tusk kepada penyiar televisi swasta TVN24.

"Konflik, agresi yang tidak dapat dibenarkan, adalah elemen mereka,” lanjutnya.

Trump telah secara salah mengklaim bahwa pilpres AS sedang "dicuri" darinya, karena penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, mendapatkan lebih banyak dukungan di negara bagian Georgia dan Pennsylvania pada Jumat.

Baca juga: Pilpres AS: Benarkah Trump Dicurangi? Berikut Fakta-faktanya...

Dia telah berusaha untuk menggambarkan penghitungan surat suara yang lambat, sebagai penipuan.

Seperti Trump, Kaczynski, pemimpin Partai Hukum dan Keadilan (PiS) nasionalis Polandia, dituduh oleh para pengkritiknya telah memicu ketegangan sosial.

Kaczynski mengatakan selama protes jalanan besar-besaran baru-baru ini bahwa keputusan pengadilan tinggi yang hampir sama dengan larangan aborsi tidak dapat dibatalkan dan menuntut agar orang Polandia membela gereja.

Baca juga: Hasil Pilpres AS 2020: Biden Tinggal Tunggu Nevada dan Bersabar, Trump Masih Harus Banyak Cemas

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Global
Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Global
Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Global
Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Global
Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Global
Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Global
Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Global
komentar
Close Ads X