Hakim Pennsylvania Kabulkan Permintaan Trump untuk Amati Penghitungan Suara Lebih Dekat

Kompas.com - 06/11/2020, 15:11 WIB
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland. THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via APFoto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland.

HARRISBURHG, KOMPAS.com - Seorang hakim Pennsylvania telah mengabulkan permintaan kampanye Trump untuk mengamati lebih dekat petugas pemungutan suara Philadelphia yang memproses penghitungan surat suara.

Keputusan itu membatalkan aturan sebelumnya tentang protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus corona yang dikhawatirkan.

Hakim Christine Fizzano Cannon membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah, dan menyimpulkan bahwa "semua kandidat, pengamat, atau perwakilan kandidat diizinkan untuk hadir dalam proses penghitungan suara."

Baca juga: Hasil Pilpres AS 2020: Biden Tinggal Tunggu Nevada dan Bersabar, Trump Masih Harus Banyak Cemas

"Dan diizinkan untuk mengamati semua aspek dari proses penghitungan dalam jarak 6 kaki, sambil mematuhi semua protokol Covid-19, termasuk, memakai masker dan menjaga jarak sosial," ujar Cannon seperti yang dilansir dari ABC News pada Kamis (5/11/2020).

Pejabat kampanye Trump memuji keputusan tersebut, menyebutnya sebagai kemenangan "besar" "untuk setiap orang yang telah memberikan suara resmi di negara bagian Pennsylvania."

Pejabat kampanye Biden mengatakan mereka bingung dengan gugatan kubu Trump.

Di Pennsylvania salah satu dari beberapa gugatan yang diajukan ke negara bagian, ketika para pejabat pemilu telah menghitung ratusan ribu surat suara sejak Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Trump Ngamuk-ngamuk di Twitter karena Pilpres AS, Greta Thunberg: Tenang Donald, Tenang!

“Kemenangan besar-besaran? Tidak. Kami tidak peduli apakah pengamat Anda berjarak 18 kaki atau 15 kaki atau 6 kaki, selama pejabat pemilu dapat melakukan pekerjaan mereka,"
kata pejabat Biden pada Kamis.

Para pengamat itu melihat apakah surat suara yang masuk telah diserahkan dengan benar dalam amplop kerahasiaan, tanpa tanda yang salah, dan dengan tanda tangan yang cocok dengan yang ada di arsip petugas pemilu AS.

Dengan menjaga jarak sosial, tim kampanye Trump berargumen bahwa mereka tidak dapat melihat surat suara.

Baca juga: Beberapa Jaringan TV Hentikan Siaran Langsung Pidato Trump karena Berisi Disinformasi Pilpres

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Global
Robot Perseverance Berhasil Test Drive di Mars, Kabar Baik buat NASA

Robot Perseverance Berhasil Test Drive di Mars, Kabar Baik buat NASA

Global
Presiden Brasil Perintahkan Rakyatnya Berhenti 'Merengek' di Saat Jumlah Kematian Capai 260.000

Presiden Brasil Perintahkan Rakyatnya Berhenti "Merengek" di Saat Jumlah Kematian Capai 260.000

Global
Kelabui Istri, Pria Ini Samarkan PS5 sebagai WiFi

Kelabui Istri, Pria Ini Samarkan PS5 sebagai WiFi

Global
600 Polisi Myanmar Membelot, Ikut Rakyat Lawan Junta Militer

600 Polisi Myanmar Membelot, Ikut Rakyat Lawan Junta Militer

Global
Resmi, Pemerintah Nepal dan Pemberontak Komunis Akhirnya Berdamai

Resmi, Pemerintah Nepal dan Pemberontak Komunis Akhirnya Berdamai

Global
Perusahaan Ini Jual Udara Segar dari Pantai, Harganya Rp 1,4 Juta Per Botol

Perusahaan Ini Jual Udara Segar dari Pantai, Harganya Rp 1,4 Juta Per Botol

Global
YouTube Hapus 5 Channel di Bawah Kendali Junta Militer Myanmar

YouTube Hapus 5 Channel di Bawah Kendali Junta Militer Myanmar

Global
Video Viral Tim Rugbi Berlatih dengan Latar Belakang Gunung Meletus

Video Viral Tim Rugbi Berlatih dengan Latar Belakang Gunung Meletus

Global
Pertama Kali Kunjungi Irak, Paus Fransiskus Serukan Kekerasan dan Ekstremisme Berakhir

Pertama Kali Kunjungi Irak, Paus Fransiskus Serukan Kekerasan dan Ekstremisme Berakhir

Global
Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Global
Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Global
Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Global
[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

Internasional
komentar
Close Ads X