Kerusuhan Pilpres AS, 20 Orang Ditangkap di New York, Demonstran Ludahi Polisi

Kompas.com - 06/11/2020, 07:56 WIB

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Pengunjuk rasa anti-Trump baku hantam dengan polisi departemen New York (NYPD) pada Rabu malam (4/11/2020) di tengah bentrokan di seluruh Amerika Serikat terkait pemilihan presiden.

Puluhan aktivis ditangkap di New York, Portland dan di luar Gedung Putih di Washington DC saat penghitungan pemilu bergulir dan berlarut-larut.

Banyak demonstran anti-Trump meminta agar semua suara dihitung setelah Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump bersumpah untuk 'melawan' saat mengajukan tuntutan hukum di Pennsylvania, Michigan dan Georgia dan ingin menghentikan penghitungan suara di sana.

Dilansir dari The Sun, pihak NYPD menerangkan bahwa telah ada penangkapan di West Village pada Rabu malam.

Meskipun sebagian besar pedemo bubar dengan damai, yang lainnya kembali dan membakar di dekat Leroy Street dan 7th Avenue di Greenwich Village yang menyebabkan bentrokan dengan polisi.

Baca juga: Tensi Meningkat antara Pendukung Trump dan Biden di Philadelphia

Di atas pukul 20.30 waktu setempat, pihak NYPD News merilis pernyataan di Twitter, "Kami mendukung setiap hak orang untuk mengekspresikan diri tapi membakar, menempatkan orang lain dalam bahaya tidak akan ditoleransi."

Mereka juga mengaku telah menangkap lebih dari 20 orang yang berusaha membajak protes damai dengan menyulut api, melempar sampah dan telur di Manhattan.

Kepala NYPD Rodney Harrison membenarkan bahwa NYPD telah membentuk 'Satuan Tugas Penjarahan' yang berfungsi menyelidiki setiap tindakan penjarahan yang berpotensi mencapai klimaks.

Kebakaran berkobar di seluruh West Village tepat setelah jam 9 malam.

Tak hanya itu, seorang pengunjuk rasa anti-Trump juga tertangkap kamera meludahi wajah seorang petugas polisi sebelum dibekukan ke tanah.

Baca juga: Kerusuhan Pilpres AS, Massa Anti-Trump Pecahkan Jendela Toko di Portland

Wanita yang kemudian diidentifikasi bernama Devina Singh itu meneriakkan kata-kata tidak pantas di wajah seorang polisi dan dia juga melanggar aturan jaga jarak sosial.

Devina Singh yang tidak memakai masker berteriak pada petugas, "Persetan denganmu, fasis!" lalu meludahi wajah polisi itu.

Insiden itu ditanggapi NYPD di Twitter, "Tindakan seperti ini tidak akan ditoleransi. Penghasut yang melakukan tindakan ini akan ditangkap."

Baca juga: Kerusuhan Pilpres AS, Polisi dan Garda Nasional Bentrok dengan Massa Anti-Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komedian Rusia Sebut Simbol 'Z' di Dahi Harry Potter Tak Pro-Ukraina

Komedian Rusia Sebut Simbol "Z" di Dahi Harry Potter Tak Pro-Ukraina

Global
Tak Sengaja Lihat Mia Khalifa di Hotel saat Bulan Madu, Pria Ini Merasa Bersalah lalu Belikan Tas Branded untuk Istrinya

Tak Sengaja Lihat Mia Khalifa di Hotel saat Bulan Madu, Pria Ini Merasa Bersalah lalu Belikan Tas Branded untuk Istrinya

Global
Test Drive Mobil Listrik China Berujung Maut: Mobil Terjun dari Lantai 3, 2 Orang Tewas

Test Drive Mobil Listrik China Berujung Maut: Mobil Terjun dari Lantai 3, 2 Orang Tewas

Global
Sri Lanka Bangkrut, Presiden Tunjuk Raja Kasino jadi Menteri Investasi

Sri Lanka Bangkrut, Presiden Tunjuk Raja Kasino jadi Menteri Investasi

Global
Pangeran Charles Tak Akan Halangi Negara Persemakmuran Lepas dari Monarki

Pangeran Charles Tak Akan Halangi Negara Persemakmuran Lepas dari Monarki

Global
Terlalu Mabuk, Pekerja Jepang Kehilangan Flash Disk Berisi Data Seluruh Penduduk Kota

Terlalu Mabuk, Pekerja Jepang Kehilangan Flash Disk Berisi Data Seluruh Penduduk Kota

Global
Penembakan di Pub Gay Populer Oslo, 2 Tewas, 14 Terluka

Penembakan di Pub Gay Populer Oslo, 2 Tewas, 14 Terluka

Global
Ancaman Gas Rusia Jelang Musim Dingin, Batu Bara Jadi Tombol Darurat Eropa

Ancaman Gas Rusia Jelang Musim Dingin, Batu Bara Jadi Tombol Darurat Eropa

Global
China Borong Minyak Rusia, Kerugian Moskwa Berkurang

China Borong Minyak Rusia, Kerugian Moskwa Berkurang

Global
Rusia Sebut Uni Eropa Lakukan Perbudakan setelah Jadikan Ukraina Kandidat Anggota

Rusia Sebut Uni Eropa Lakukan Perbudakan setelah Jadikan Ukraina Kandidat Anggota

Global
WHO Laporkan 920 Kemungkinan Kasus Hepatitis Akut Misterius, Tersebar di 33 Negara

WHO Laporkan 920 Kemungkinan Kasus Hepatitis Akut Misterius, Tersebar di 33 Negara

Global
Presiden Ekuador Tuding Pengunjuk Rasa Coba Melakukan Kudeta

Presiden Ekuador Tuding Pengunjuk Rasa Coba Melakukan Kudeta

Global
Uni Eropa Siapkan Rencana Hidup Tanpa Gas Rusia

Uni Eropa Siapkan Rencana Hidup Tanpa Gas Rusia

Global
Saat Penduduk Asli Ekuador Melawan Keserakahan Tambang di Amazon

Saat Penduduk Asli Ekuador Melawan Keserakahan Tambang di Amazon

Global
Rangkuman Serangan Rusia ke Ukraina Hari Ke-121: Invasi Genap 4 Bulan, Pasukan Ukraina Mundur dari Sievierodonetsk

Rangkuman Serangan Rusia ke Ukraina Hari Ke-121: Invasi Genap 4 Bulan, Pasukan Ukraina Mundur dari Sievierodonetsk

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.