Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karena Kepalanya Botak, Hakim Garis Ini Disangka Bola oleh Kamera AI

Kompas.com - 05/11/2020, 18:40 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

EDINBURGH, KOMPAS.com - Kejadian unik terjadi di liga sepak bola kasta kedua Skotlandia, di mana kamera Artificial Intelligence (AI) salah mengira kepala hakim garis sebagai bola karena botak.

Bulan lalu, klub Caledonian Thistle, dikenal juga sebagai Caley Thistle yang bermain di Scottish Championship, mengumumkan sudah memasang sistem kamera Pixellot di stadion mereka.

Baca juga: Disiram Lem oleh Pria Misterius, Wanita Ini Alami Luka Bakar dan Jadi Botak

Sistem yang disokong AI itu awalnya untuk menggantikan kameramen manusia di mana hanya akan fokus ke bola selama pertandingan.

Namun saat laga melawan Ayr United, siaran langsung yang terjadi pekan lalu menjadi perhatian penonton karena AI salah mengenali kepala hakim garis sebagai bola.

"Kamera terus merekam kepala ofisial yang botak di tepi lapangan. Membuat penonton tidak fokus karena mereka tak bisa melihat laga," ulas situs ThickAccent.

Para penggemar pun mengeluh di media sosial, di mana mereka harus terus memperhatikan si asisten wasit dan melewatkan mayoritas laga.

Bahkan seperti dilaporkan Oddity Central Senin (2/11/2020), fans sampai melewatkan dua gol yang dicetak oleh pemain Thistle pada pertandingan itu.

"Komentator sampai harus meminta maaf karena kamera terus menerus menyorot kepala hakim garis," kata netizen bernama Tom Cox di Twitter.

"Semuanya kacau. Pertandingan sepak bola pekan lalu dikacaukan oleh kamera AI yang terus salah mengira kepala botak sebagai bola," jelas netizen lainnya, James Felton.

Setelah sistem kamera itu menjadi viral, pengguna dunia maya menyarankan agar asisten wasit maupun pemain yang gundul agar diberikan semacam topi.

Tujuannya? Supaya kamera tersebut tidak salah mengenali lagi sehingga fans bisa menonton jalannya pertandingan dengan lancar.

Baca juga: Riset AS Ungkap Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Global
 Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Global
Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Global
90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

Global
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Internasional
Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Global
Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Global
AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

Global
Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Global
Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Internasional
Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Global
'Spider-Man' Polandia Ditangkap di Argentina Saat Panjat Gedung 30 Lantai

"Spider-Man" Polandia Ditangkap di Argentina Saat Panjat Gedung 30 Lantai

Global
Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah 'Pengorbanan yang Perlu'

Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah "Pengorbanan yang Perlu"

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com