Serba-serbi Pemilu AS: Dari Berharap Menang Hingga Putus Asa, Ini 5 Kicauan Trump di Twitter

Kompas.com - 05/11/2020, 14:18 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Minden-Tahoe Airport di Minden, Nevada, Sabtu (12/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Minden-Tahoe Airport di Minden, Nevada, Sabtu (12/9/2020).

KOMPAS.com - Calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden hampir memperoleh 270 suara Electoral College (Dewan Elektoral) untuk dapat melenggang ke Gedung Putih.

Hingga Rabu (4/11/2020) malam waktu setempat, berdasarkan penghitungan Associated Press, Biden memperoleh 264 electoral vote (suara elektoral), sedangkan capres petahana Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral dalam Pilpres AS 2020.

Baik kubu Trump dan Biden masih menantikan seluruh surat suara telah dihitung. Dan selama surat suara belum rampung dihitung, Trump melancarkan beberapa tudingan terhadap penghitungan suara.

Di akun Twitter-nya, Trump membanjiri timeline-nya dengan berbagai tuduhan sejak pemungutan suara ditutup pada Selasa (3/11/2020) malam waktu setempat.

Padahal, pada tahap awal penghitungan suara, Trump masih optimistis akan mempertahankan kursi kepresidenan sebagaimana dilansir dari Times Live.

Baca juga: Pemilu Amerika Rusuh, Massa Anti-Trump Pecahkan Jendela Toko di Portland

Namun semua berubah beberapa saat kemudian. Dia bahkan melangkah lebih jauh dengan menyatakan kemenangan palsu meskipun jutaan surat suara masih belum dihitung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan tim hukumnya akan membawa kasusnya ke Mahkamah Agung AS tetapi tidak merinci apa yang akan mereka klaim.

“Kami bersiap-siap untuk memenangkan pemilu ini. Terus terang, kami memang memenangkan pemilihan ini," kata Trump di akun Twitter-nya.

Pernyataan tersebut sangat kontras dengan apa yang dia tulis di akun Twitter-nya beberapa saat kemudian.

“Ini adalah penipuan besar di negara kita. Kami ingin hukum digunakan dengan cara yang tepat. Jadi kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan,” katanya.

Baca juga: Pilpres AS: Trump Sebut ada Kecurangan, OSCE Membantahnya

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Times Live
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X