Teror Penembakan di Wina, 14 Tersangka Ditahan

Kompas.com - 04/11/2020, 06:50 WIB
Polisi berjaga di lokasi penembakan di Wina, ibu kota Austria, pada Selasa (3/11/2020) dini hari. Penembakan terjadi pada Senin (2/11/2020) sekitar pukul 8 malam waktu setempat di enam lokasi berbeda. AP PHOTO/RONALD ZAKPolisi berjaga di lokasi penembakan di Wina, ibu kota Austria, pada Selasa (3/11/2020) dini hari. Penembakan terjadi pada Senin (2/11/2020) sekitar pukul 8 malam waktu setempat di enam lokasi berbeda.

WINA, KOMPAS.com - Otoritas Austria mengatakan mereka telah menahan 14 orang tersangka dalam kasus penembakan di Wina yang disebut-sebut Kanselir Sebastian Kurz sebagai 'serangan teror menjijikkan' yang menewaskan 4 orang.

Melansir RFERL, Rabu (4/11/2020) polisi mendesak warga untuk tetap berada di rumah sembari pihak berwenang melakukan perburuan tersangka setelah kelompok bersenjata melancarkan tembakan di 6 titik lokasi pusat kota pada suatu sore 2 hari lalu.

Dari insiden tersebut, dikabarkan 2 pria dan 2 wanita tewas dengan 22 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Wina Diguncang Teror Penembakan, 1 Tewas dan 15 Orang Luka-luka

Polisi juga dikabarkan menembak mati seorang tersangka yang diidentifikasi berusia 20 tahun dan memiliki dwi kewarganegaraan, Austria dan Makedonia.

Dua tersangka lain yang berhasil ditangkap, diketahui juga keturunan Makedonia.

Ekstremis ISIS diklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut menurut laporan Amaq News, tanpa menunjukkan adanya bukti-bukti.

Penyerang yang teridentifikasi bernama Kujtim Fejzulai, seorang pria kelahiran Austria yang berasal dari Makedonia Utara dan pernah dijatuhi hukuman penjara 22 bulan pada April tahun lalu karena mencoba melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Baca juga: Kronologi Penembakan di Wina: 2 Tewas, 15 Luka-luka, 1 Penembak Masih Buron


Dia dibebaskan lebih awal pada Desember lalu. Menurut Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer, Kujtim "berhasil mengelabui program deradikalisasi sistem peradilan, mengelabui orang-orang di dalamnya dan mendapatkan pembebasan awal."

Ada pun penyerang yang ditembak mati dihukum berdasarkan UU yang menghukum keanggotaan dalam organisasi teroris.

Sebuah pernyataan di Telegram mengungkap bagaimana klaim ISIS tentang salah satu pengikutnya, yang diidentifikasi sebagai Abu Dagnah Al Albany, menggunakan senjata dan senapan mesin untuk menargetkan kerumunan di Wina sebelum ditembak oleh polisi.

Halaman:

Sumber RFERL News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Global
Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Global
6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

Global
Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Global
Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Global
Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Global
Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Global
[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

[UNIK GLOBAL] Dapat Jutaan Rupiah Hanya dari Tidur | Wanita Gunakan Celana Dalam Jadi Masker

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli 'Cuci Uang'

[Biografi Tokoh Dunia] Semion Mogilevich, Bos Mafia Cerdas Ahli "Cuci Uang"

Global
Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Asia Tenggara Akan Butuh 4.400 Pesawat Baru Senilai Rp 9,9 Kuadriliun

Global
Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Setiap Tahun Warga Australia Bisa Habiskan Miliaran Dolar Demi Konsumsi Narkoba

Global
Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?

Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?

Global
Pantai Gading Jadi Negara Kedua Penerima Vaksin Melalui Covax

Pantai Gading Jadi Negara Kedua Penerima Vaksin Melalui Covax

Global
Ditegur Langgar Aturan Covid-19, Wanita Ini Pakai Celana Dalamnya Jadi Masker

Ditegur Langgar Aturan Covid-19, Wanita Ini Pakai Celana Dalamnya Jadi Masker

Global
Deretan Menkes yang Mundur Selama Pandemi Bertambah, Begini Klaimnya

Deretan Menkes yang Mundur Selama Pandemi Bertambah, Begini Klaimnya

Global
komentar
Close Ads X