Inggris Umumkan Lockdown untuk Kedua Kali, Ini Alasannya

Kompas.com - 01/11/2020, 17:28 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar konferensi pers guna memberi keterangan harian terkait respons pemerintah melawan wabah virus corona (Covid-19) di Downing Street 10, London, pada 22 Maret 2020. Johnson menyatakan dia terkena virus corona. AFP/IAN VOGLERPerdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar konferensi pers guna memberi keterangan harian terkait respons pemerintah melawan wabah virus corona (Covid-19) di Downing Street 10, London, pada 22 Maret 2020. Johnson menyatakan dia terkena virus corona.

LONDON, KOMPAS.com – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara resmi mengumumkan bahwa Inggris kembali menerapkan lockdown untuk kedua kalinya.

Johnson mengumumkan keputusan lockdown tersebut pada Sabtu (31/20/2020) sore waktu setempat sebagaimana dilansir dari Reuters.

Lockdown di Inggris akan dimulai pada Kamis (5/11/2020) dini hari waktu setempat hingga 2 Desember.

Keputusan itu diambil setelah kasus Covid-19 di Britania Raya mencapai 1 juta kasus dan adanya gelombang kedua infeksi virus corona.

Baca juga: Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Angka kematian di Inggris akibat Covid-19 adalah yang tertinggi di Eropa dengan penambahan kasus perhari mencapai 20.000 kasus.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa skenario "terburuk" dengan 80.000 kematian mungkin dapat terlampaui.

Selama lockdown, rakyat Inggris hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk alasan tertentu seperti bersekolah, bekerja, olah raga, berbelanja kebutuhan, dan membeli obat-obatan.

“Kita harus bertindak sekarang,” kata Johnson, diapit oleh Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty dan Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris Patrick Vallance.

Baca juga: Inggris Lockdown Lagi, Premier League Dipastikan Tetap Lanjut

Johnson menambahkan jika lockdown tidak segera diterapkan, dia khawatir jumlah kematian di Inggris akan terus meningkat.

Selain itu, pemerintah Inggris akan menghidupkan kembali skema subsidi upah darurat virus corona.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Krisis Oksigen di Brasil Kini Ancam Kebutuhan Medis Bayi Prematur

Global
Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Minta Pertolong Lewat Pesan Tertulis, Anak Korban Kekerasan Akhirnya Diselamatkan

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

[Biografi Tokoh Dunia] Martin Vizcarra, Pejuang Anti Korupsi yang Terjegal Dua Kudeta Politik

Global
Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Global
Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Global
Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Global
Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
komentar
Close Ads X