Tersangka Pembunuhan di Charlie Hebdo pada 2015 Positif Covid-19, Sidang Ditunda

Kompas.com - 01/11/2020, 13:49 WIB
Foto yang diambil pada 1 September 2020 memperlihatkan halaman muka majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, bertuliskan Semua ini hanya untuk itu, guna menandai dimulainya sidang terhadap 14 komplotan pelaku Kouachi Bersaudara, yang menyerang kantor mereka pada 7 Januari 2015 di mana 12 orang tewas. AFP PHOTO/-Foto yang diambil pada 1 September 2020 memperlihatkan halaman muka majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, bertuliskan Semua ini hanya untuk itu, guna menandai dimulainya sidang terhadap 14 komplotan pelaku Kouachi Bersaudara, yang menyerang kantor mereka pada 7 Januari 2015 di mana 12 orang tewas.

PARIS, KOMPAS.com - Tersangka utama dalam pembantaian Charlie Hebdo pada 2015 didiagnosis positif terinfeksi virus corona, sehingga persidangan ditangguhkan hingga Rabu (3/11/2020).

Ali Riza Polat dituduh telah membantu membunuh 12 orang dalam serangan pada 2015 yang berawal dari kantor majalah mingguan satir, Charlie Hebdo.

Menyusul sehari kemudian, dilakukan pembunuhan terhadap seorang polisi wanita dan empat sandera di supermarket Yahudi.

Baca juga: Meski Kerap Diserang, Charlie Hebdo Tidak Jera

Dia menghadapi tuduhan paling serius dari tersangka kaki tangannya yang diadili, terlibat dalam kejahatan teroris saat itu. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup, jika terbukti bersalah.

Tersangka pria berusia 35 tahun itu mengalami muntah dan tengah dalam penanganan dokter, yang mendorong hakim untuk menangguhkan pengadilan hingga pekan awal depan, seperti yang dilansir dari AFP pada Minggu (1/11/2020). 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Terdapat 10 terdakwa kaki tangan yang sekarang harus dites Covid-19 dan "dimulainya kembali persidangan akan tergantung pada hasil tes Covid-19 ini serta perkembangan kesehatan para tersangka," kata hakim ketua Regis de Jorna dalam email kepada pengacara pada Sabtu (31/10/2020).

Dia mendesak semua orang di pengadilan untuk memperhatikan jarak sosial, dan bersikeras semua peserta harus memakai masker.

Baca juga: Charlie Hebdo Dianggap Hina Erdogan, Turki Murka

Penangguhan sidang akan menunda kesimpulan sidang yang dibuka pada 2 September.

Pengacara pembela dijadwalkan untuk mengajukan pembelaan pada 6, 9, 10, dan 11 November dengan putusan diharapkan keluar pada 13 November.

Empat belas orang diadili di pengadilan khusus terorisme atas dukungan mereka terhadap trio ekstremis yang melakukan serangan pada Januari 2015. Semua penyerang ditembak mati oleh polisi.

Baca juga: Polisi Selidiki 2 Orang Tersangka Penikaman di Depan Bekas Kantor Charlie Hebdo

Polat yang diidentifikasi sebagai "tangan kanan" penyerang Amedy Coulibaly, lahir di Istanbul, tetapi pindah ke Perancis ketika dia berusia 3 tahun dan seperti Coulibaly, ia dibesarkan di kota Grande Borne di Grigny, di pinggiran kota Paris.

Perancis kembali melakukan lockdown pada Jumat (30/10/2020) setelah peningkatan tajam kasus virus corona, dalam langkah terbaru untuk mengekang penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 44,5 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan hampir 1,2 juta.

Baca juga: Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X