Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Kompas.com - 31/10/2020, 21:41 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020. JIM LO SCALZO/EPA-EFEPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Gaya Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menangani kebijakan luar negeri selama masa jabatan pertamanya telah menimbulkan dampak di seluruh dunia. Trump telah mengubah cara komunikasi diplomatik.

Sejak hari-hari awal pada kampanye 2016, Trump dengan tegas menggambarkan kebijakan luar negerinya yang akan lebih mengutamakan negaranya dengan slogan America First.

Kini, setelah hampir empat tahun menjadi presiden, slogan tersebut telah mewujud di berbagai peristiwa. Unilateralisme dan konfrontasi menandai kebijakan luar negeri Trump, ada banyak pula pergantian personel, kejutan-kejutan, dan sejumlah kebingungan lainnya.

Terlepas dari hasil pemilu AS pada 3 November mendatang, perubahan yang dibawa oleh Trump baik dalam substansi maupun penyampaian kebijakan, mendorong para politisi global lainnya untuk tidak ragu-ragu melakukan diplomasi sesuai gaya mereka sendiri.

Berikut beberapa perubahan besar di bawah pemerintahan Trump:

Baca juga: Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Hindari kerja sama multilateral

Sejak menjabat sebagai presiden, Trump telah merusak kerja sama internasional. Hanya tiga hari setelah menjabat, AS menyatakan diri keluar dari dari Trans-Pacific Partnership, yakni sebuah perjanjian perdagangan dengan negara-negara Asia.

Di bawah kepemimpinannya juga, AS banyak menarik diri dari kesepakatan dan badan kerja sama internasional, seperti Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan kesepakatan iklim Paris 2015.

Selain itu, tindakan formatif AS seringkali bersifat sepihak dan mengabaikan konsensus internasional, seperti keputusan yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi Kedutaan Besar AS di sana.

Margaret MacMillan, profesor sejarah dari universitas Toronto dan Oxford yang juga merupakan sejarawan tamu di Council on Foreign Relations, mengatakan bahwa AS telah benar-benar merusak jaringan aliansi dan lembaga internasional yang berguna untuknya.

"Saya pikir hal itu telah membuat posisi Amerika Serikat di dunia menjadi jauh lebih lemah," kata MacMillan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Dunia Peringatkan Perekonomian Lebanon yang Kian Terpuruk

Bank Dunia Peringatkan Perekonomian Lebanon yang Kian Terpuruk

Global
Pramugari Korban PHK Jualan LPG untuk Sambung Hidup, Curhatnya di Medsos Viral

Pramugari Korban PHK Jualan LPG untuk Sambung Hidup, Curhatnya di Medsos Viral

Global
Ajari Anaknya Berburu, Ayah Ini Malah Menuai Perdebatan Netizen

Ajari Anaknya Berburu, Ayah Ini Malah Menuai Perdebatan Netizen

Global
Lindungi Pelaut, PBB Loloskan Resolusi Pergantian Awak Kapal

Lindungi Pelaut, PBB Loloskan Resolusi Pergantian Awak Kapal

Global
Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

Global
Perempuan Berdaya: Abigail Adams hingga Ani Yudhoyono, Para Wanita Hebat Pendamping Pemimpin Dunia (2)

Perempuan Berdaya: Abigail Adams hingga Ani Yudhoyono, Para Wanita Hebat Pendamping Pemimpin Dunia (2)

Global
Di Thailand, Batas Kecepatan Mobil Diatur Jadi 120 Kilometer Per Jam

Di Thailand, Batas Kecepatan Mobil Diatur Jadi 120 Kilometer Per Jam

Global
Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Global
Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Global
Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Global
Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Global
Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya 'Diseret dan Ditembak'

Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya "Diseret dan Ditembak"

Global
[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

Global
Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Global
komentar
Close Ads X