Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Kompas.com - 31/10/2020, 20:26 WIB
Aktivis lingkungan hidup mengenakan pakaian penguin dan membentangkan spanduk raksasa bertuliskan No BER di depan terminal utama bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt, dalam unjuk rasa pembukaan bandara tersebut pada Sabtu (31/10/2020). AFP/ODD ANDERSENAktivis lingkungan hidup mengenakan pakaian penguin dan membentangkan spanduk raksasa bertuliskan No BER di depan terminal utama bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt, dalam unjuk rasa pembukaan bandara tersebut pada Sabtu (31/10/2020).

Pada 2012 pembangunan tiba-tiba dihentikan setelah sistem pemadam kebakaran ternyata tidak efektif. Seremoni pembukaan yang sudah dijadwalkan bakal dihadiri Kanselir Jerman Angela Merkel pun langsung dibatalkan.

Situasinya makin pelik pada 2016, ketika jaksa menyelidiki dugaan keracunan whistleblower yang menyebut ada korupsi di proyek tersebut.

Masalah-masalah lain kemudian bermunculan, seperti pencahayaan yang salah, eskalator yang terlalu pendek, sampai kurangnya ruang outlet belanja.

Baca juga: Agen Rusia Tersangka Pelaku Pembunuhan Diadili di Berlin

3. Biaya bandara

Biaya pembangunan bandara meningkat dari yang awalnya 1,7 miliar euro menjadi lebih dari 6,5 miliar euro (Rp 111,63 triliun) pada 2020, menambah beban kota yang sudah terlilit utang.

Mantan Wali Kota Berlin Klaus Wowereit sebagai ketua dewan pengawas bandara disalahkan atas pembengkakan biaya. Ia lalu mengundurkan diri, dan menyebut kasus itu kegagalan terbesarnya selama 13 tahun menjabat.

Setelahnya, para eksekutif bandara dan media-media lokal mulai membicarakan tentang proyek yang "terkutuk".

4. Ditolak warga lokal

Dalam referendum yang digelar penduduk setempat pada 2017, warga Berlin memilih untuk tetap membuka bandara Tegel, yang terkenal dengan desain heksagonal unik dan gampang diakses.

Gerbang masuk pesawat hanya beberapa langkah dari pintu masuk terminal, tetapi kapasitasnya sangat kecil, makin sempit, dan teknologinya ketinggalan zaman.

Warga Berlin memiliki ikatan tersendiri pada bandara tersebut, yang dibangun selama 90 hari pada 1948 dan memiliki landasan pacu terpanjang di Eropa.

Akan tetapi pihak berwenang tetap teguh menutup Tegel pada akhir 2020, untuk diubah menjadi perkantoran dan terminalnya dijadikan universitas ilmu terapan.

Baca juga: Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X