Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Kompas.com - 30/10/2020, 07:47 WIB
Petugas polisi berjaga di dekat gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020. AP/Eric GaillardPetugas polisi berjaga di dekat gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Muslim Perancis bereaksi dengan ngeri atas pembunuhan 3 warga di Kota Nice pada Kamis (29/10/2020), dan mengatakan kejahatan itu tidak mewakili keyakinan ataupun nilai-nilai seorang Muslim.

Serangan yang terjadi di dalam gereja adalah serangan ketiga yang terjadi sekitar sebulan terakhir serta di tengah ketegangan yang meningkat antara negara-negara Muslim dan Perancis.

Beberapa negara telah menyerukan untuk memboikot barang-barang Perancis pada pekan lalu, setelah Presiden Emmanuel Macron membela hak kartun Nabi Muhammad.

Komentar Macron muncul setelah pembunuhan brutal terhadap Samuel Paty, seorang guru sekolah menengah yang menunjukkan gambar nabi kepada murid-muridnya selama diskusi tentang kebebasan berbicara.

Baca juga: Emmanuel Macron: Perancis Sedang Diserang

Yasser Louati, seorang aktivis hak-hak sipil Perancis, mengatakan bahwa para pelaku kejahatan semacam itu sama saja, tidak membedakan antara Muslim, Kristiani, atau penganut ideologi yang asing bagi Islam.

“Seorang wanita dipenggal di dalam gereja, itu berarti pelaku tersebut tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang suci. Tidak ada batasan moral (agama mana pun) bagi mereka,” kata Louati dilansir dari Al Jazeera pada Kamis (29/10/2020).

“Sekitar 750 orang tewas di masjid-masjid di seluruh dunia, mengapa kita tidak bisa menghubungkan titik-titik dan melihat bahwa ideologi ini (kejahatan) telah menyebar, sehingga sejauh ini kita kalah dalam melawan ide (kejahatan)," lanjutnya. 

“Kita menghadapi serangan ini seolah-olah mereka terpisah satu sama lain padahal tidak,” imbuhnya. 

Baca juga: Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Tenggelam dalam kegilaan

Idriss Sihamedi, seorang aktivis organisasi amal Barakacity yang telah dibubarkan oleh pihak berwenang pada Rabu karena tuduhan menghasut kebencian, mengecam serangan pisau itu.

"Serangan-serangan ini serius, dan fakta ini terjadi di tempat-tempat di mana orang-orang datang untuk mencari perdamaian membuatnya sangat serius," katanya dalam sebuah tweet.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X