Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Kompas.com - 30/10/2020, 06:06 WIB
Petugas polisi berjaga di dekat gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020. AP/Eric GaillardPetugas polisi berjaga di dekat gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020.

NICE, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Kamis (29/10/2020) mengatakan bahwa Perancis 'sedang diserang' karena nilai-nilai kebebasannya dan keinginannya untuk tidak menyerah pada teror.

Melansir The Sun, Macron yang berbicara usai kasus penyerangan pisau di Nice yang menewaskan 3 orang dengan 1 korban dipenggal kepalanya juga memerintahkan aturan baru untuk melindungi tempat-tempat ibadah dan sekolah-sekolah di Perancis.

Baca juga: Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Apa saja fakta-fakta serangan yang terjadi seputar teror dan Perancis? 

1. Ada 3 korban tewas dengan 1 korban dipenggal kepalanya dalam serangan teror di Basilica of Notre-Dame, Nice, Perancis.

2. Pelaku diduga beretnis Tunis (Tunisia), bernama Ibrahim Issaoui (21) dengan korban pertama bernama Vincent Loques (54) seorang penjaga gereja.

3. Presiden Perancis mengutuk kekerasan yang disebutnya 'serangan teror Islam' dan menurunkan 7.000 tentara ke jalan-jalan di Perancis.

Baca juga: Sebut Macron Primitif, Mahathir Dukung Boikot Produk-produk Perancis

4. Pelaku penyerangan yang melakukan 'hormat Nazi' ditembak mati di Avignon saat mengancam polisi beberapa jam setelah serangan di Nice.

5. Seorang penjaga keamanan ditusuk oleh seorang penyerang di konsulat Perancis di Jeddah, Arab Saudi.

6. Ketakutan adanya serangan serupa setelah kasus di Nice merebak di seluruh gereja di Paris.

7. Seorang pria ditangkap karena membawa pisau sepanjang 30 sentimeter di halte trem di Lyon.

Baca juga: Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

8. Perancis telah memancing kemarahan karena menolak mengutuk penerbitan kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah satir mingguan, Charlie Hebdo.

9. Protes massal telah terlihat di banyak negara mayoritas muslim dan seruan untuk memboikot barang-barang Perancis

10. Insiden penyerangan menggunakan pisau dua kali terjadi dalam waktu dekat di Paris, dekat kantor tua Charlie Hebdo pada 24 September dan pemenggalan kepala guru Charles Paty pada 16 Oktober.

Baca juga: 1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia


Sumber The Sun
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X