Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Kompas.com - 29/10/2020, 20:37 WIB
Perdana Menteri pakistan, Imran Khan berpidato pada upacara peresmian Gurdwara Darbar Sahib di Kartarpur, Pakistan. Khan menuduh AS pada Kamis 25 Juni 2020 telah mensyahidkan pimpinan Al Qaida sekaligus dalang penyerangan 9/11, Osama bin Laden. AP/K.M. ChaudaryPerdana Menteri pakistan, Imran Khan berpidato pada upacara peresmian Gurdwara Darbar Sahib di Kartarpur, Pakistan. Khan menuduh AS pada Kamis 25 Juni 2020 telah mensyahidkan pimpinan Al Qaida sekaligus dalang penyerangan 9/11, Osama bin Laden.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan, Imaran Khan, menulis sebuah surat untuk para pemimpin negara mayoritas Muslim, meminita mereka "untuk bertindak secara kolektif melawan pertumbuhan Islamofobia di negara-negara non-Muslim".

Melansir Al Jazeera pada Kamis (29/10/2020), Khan menerbitkan surat itu pada Rabu, tapi tidak dijelaskan kepada para pemimpin negara mana saja surat itu ia kirim.

Sementara, surat itu telah ia unggah ke akun Twitter resminya.

Baca juga: Sebut Islam dalam Krisis, Presiden Macron Tuai Kecaman Umat Muslim di Media Sosial

 

 

Surat itu menyusul teguran Khan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron pada awal pekan ini, di mana ia menuduh Macron telah "mendorong Islamofobia" dengan langkah-langkah yang dibuat oleh pemerintahnya untuk menangani masalah yang disebut Macron sebagai "separatisme Islam".

Komentar Macron menuduh sekolah agama Muslim melakukan "indoktrinasi" dan mempertahankan "hak untuk mengutuk" kebebasan berekspresi yang memicu kekejaman di berbagai bagian dunia Muslim.

Komentar Macron itu kemudian mendorong seruan untuk pemboikotan berbagai produk Perancis di beberapa negara.

Baca juga: Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Perancis mengeluarkan komentarnya tersebut menyusul insiden pembunuhan seorang guru Perancis yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada muridnya selama pelajaran, pada awal Oktober.

Dalam surat yang Khan tulis, ia meminta para pemimpin negara mayoritas Muslim untuk bersatu mengatasi masalah yang dia sebut sebagai "gelombang peningkatan Islamofobia dan serangan".

Khan tidak secara eksplisit menyebut Perancis dalam suratnya, tapi dia menyebutkan "pernyataan baru-baru ini di tingkat kepemimpinan...adalah refleksi dari peningkatan Islamofobia yang menyebar di negara-negara Eropa, di mana populasi Muslim yang tinggal di sana cukup besar."

Baca juga: Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Siklus berbahaya

Khan mengatakan para pemimpin negara Eropa tidak memahami "cinta dan ketaatan Muslim di seluruh dunia untuk Nabi (Muhammad) dan kitab sucinya, Al-Quran."

Halaman:

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Global
Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Global
Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Global
'Pawang Cuaca' China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

"Pawang Cuaca" China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

Global
Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Global
Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Global
Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Global
Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Global
[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

Global
komentar
Close Ads X