Paus Fransiskus Sebut Covid-19 sebagai "Perempuan yang Harus Dipatuhi"

Kompas.com - 29/10/2020, 16:15 WIB
Paus Fransiskus berbicara dalam upacara antaragama untuk perdamaian di alun-alun di luar Balai Kota Roma, Selasa, 20 Oktober 2020. AP/Gregorio BorgiaPaus Fransiskus berbicara dalam upacara antaragama untuk perdamaian di alun-alun di luar Balai Kota Roma, Selasa, 20 Oktober 2020.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus menyatakan, wabah Covid-19 merupakan " perempuan tangguh yang harus dipatuhi", ketika hadir dalam audiensi umum.

Pada pembukaan audiensi, Sri Paus menyampaikan permohonan maaf bahwa dia tidak bisa turun dari panggung marmer dan menyapa umat Katolik.

Dia menegaskan akan tetap di panggungnya/ "saya tentu ingin turun dan menyapa kalian. Tapi kita harus menjaga jarak," kata dia di hadapan ratusan umat.

Baca juga: Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

"Jika saya sampai turun, maka segera saja orang akan bergerombol. Jelas ini akan bertentangan dengan protokol yang ada," lanjut Paus Fransiskus.

Paus asal Argentina itu berujar, saat ini mereka harus menghadapi "seorang perempuan" bernama Covid-19. "Dia sudah memberikan kita banyak kesulitan," ujar dia.

Saat mengucapkan itu, pemimpin Gereja Katolik dari Serikat Jesuit itu tak mengenakan masker, begitu juga dengan ajudannya.

Begitu juga dengan uskup maupun imam yang mendekatinya, di mana mereka melepaskan maskernya. Namun Garda Swiss dan fotografer semuanya memakai masker.

Pernyataan Paus Fransiskus itu muncul setelah 13 anggota Garda Swiss dan penghuni di kediaman Sri Paus ternyata positif virus corona.

Sementara Paus sendiri, yang satu paru-paru dicabut saat dia masih muda, menerima kritikan di media sosial karena tidak mengenakan penutup mulut.

Pada 20 Oktober, dia terlihat mengenakan penutup mulut dan hidung selama beberapa jam saat memimpin ibadah lintas agama di Roma, Italia.

Kemudian pada Sabtu pekan lalu (24/10/2020), Paus Fransiskus memakai masker saat menemui Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di perpustakaan pribadinya.

Dalam konferensi pers virtual dilansir Daily Mail Rabu (28/10/2020), pihak Vatikan mengaku sudah memberikan pertimbangan kepada Paus.

Bapa Augusto Zampini, perwakilan komisi untuk kepausan mengemukakan bahwa mereka sudah menjelaskan dampak sosial kepada Paus jika tak mengikuti arahan kesehatan.

"Kami saat ini berusaha untuk membujuk beliau. Saat ini kami hampir berhasil," kata Bapa Zampini.

Baca juga: Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Baca tentang

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X