Dipenjara 17 Tahun, Eks Presiden Korsel Akan Habiskan Sisa Hidup di Balik Jeruji Besi

Kompas.com - 29/10/2020, 15:21 WIB
Eks presiden Korea Selatan Lee Myung-bak (kiri) dikawal penjaga penjara saat tiba di pengadilan untuk menghadiri persidangan pertamanya pada 6 September 2018 di Seoul. Lee dijatuhi hukuman penjara 17 tahun karena penggelapan dana dan penyuapan. AFP/JUNG YEON-JEEks presiden Korea Selatan Lee Myung-bak (kiri) dikawal penjaga penjara saat tiba di pengadilan untuk menghadiri persidangan pertamanya pada 6 September 2018 di Seoul. Lee dijatuhi hukuman penjara 17 tahun karena penggelapan dana dan penyuapan.

SEOUL, KOMPAS.com - Mantan presiden Korea Selatan Lee Myung-bak diperintahkan kembali ke penjara pada Kamis (29/10/2020), setelah Mahkamah Agung menetapkan hukuman penjara 17 tahun karena kasus penyuapan dan penggelapan dana.

Lee yang merupakan seorang konservatif dan menjabat presiden Korsel pada 2008-2013, sempat dibebaskan dengan jaminan untuk menunggu putusan tersebut.

Ia tidak hadir di pengadilan saat vonis dijatuhkan, tapi polisi terlihat di rumahnya di Seoul untuk menjemputnya, menurut sebuah laporan yang dikutip kantor berita AFP.

Baca juga: Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Putusan itu tidak dapat diajukan banding, dan dengan usia yang sudah 78 tahun kemungkinan Lee akan menghabiskan sisa hidup di penjara kecuali jika menerima pengampunan presiden saat ini.

Ada empat mantan presiden Korsel yang dijebloskan ke penjara atau telah menjalani hukuman penjara. Kasus mereka terungkap biasanya karena hasil penyelidikan yang diperintahkan penerusnya sebagai rival politik.

Lee pertama dinyatakan bersalah atas penggelapan dana dan menerima suap pada akhir 2018 dan dipenjara.

Baca juga: Tangkal Ancaman Korut, Korsel Akan Gelar Latihan Gabungan Berskala Besar

Pengadilan banding kemudian menambah hukumannya menjadi 17 tahun, tapi memberinya jaminan sembari menanti hasil banding lebih lanjut ke pengadilan tertinggi "Negeri Ginseng".

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X