Menlu AS Sebut China "Predator" Saat Bertemu Pejabat Sri Lanka

Kompas.com - 28/10/2020, 17:01 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina. REUTERS/LISI NIESNERMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina.

KOLOMBO, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo menyebut China sebagai "predator" terhadap Sri Lanka, saat melakukan pertemuan dengan pejabat luar negerinya pada Rabu (28/10/2020), dalam kunjungan ke beberapa negara Asia.

Pompeo tiba di Sri Lanka dari India sebagai bagian dari tur di Asia yang bertujuan untuk memperkuat sekutunya melawan peningkatan politik dan militer China di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami melihat dari kesepakatan buruk, pelanggaran kedaulatan dan pelanggaran hukum di darat dan laut bahwa Partai Komunis China adalah predator," ujar Pompeo dalam konferensi pers yang disiarkan oleh televisi di ibu kota Kolombo.

Baca juga: Serba-Serbi Menarik Jelang Pilpres AS 2020

Lalu, ia menerangkan bahwa "Amerika Serikat datang dengan cara yang berbeda. Kami datang sebagai teman, dan sebagai mitra," kata Pompeo sebagaimana dilansir Reuters pada Rabu (28/10/2020).

Berbeda dengan India, yang terkunci dalam pertikaian militer dengan China dan merupakan perhentian pertama dalam perjalanan Pompeo, Sri Lanka adalah sekutu dekat Beijing.

China telah menginvestasikan miliaran dollar di pelabuhan dan jalan raya Sri Lanka sebagai bagian dari Belt and Road Initiative untuk transportasi dan hubungan energi, sebuah program yang menurut Amerika Serikat dirancang untuk menjebak negara-negara kecil dalam utang.

Baca juga: AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Dinesh Gunawardena mengatakan, Sri Lanka menginginkan perdamaian dan hubungan baik dengan semua pihak.

"Sri Lanka adalah negara netral, non-blok, berkomitmen untuk perdamaian," kata Gunawardena pada konferensi pers.

“Kami berharap dapat melanjutkan hubungan kami dengan Amerika Serikat dan negara lain,” lanjutnya.

Baca juga: Tinggal Menghitung Hari, Berikut 5 Masalah Utama dalam Pemilu AS

Melansir The Hindu pada Selasa (27/10/2020), kunjungan Pompeo ke Sri Lanka terjadi dua pekan setelah delegasi China yang dipimpin oleh anggota Politbiro Partai Komunis Yang Jiechi mengunjungi Kolombo.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babysitter Ditangkap Polisi, Diduga Membunuh Bayi Berusia 2 Tahun

Babysitter Ditangkap Polisi, Diduga Membunuh Bayi Berusia 2 Tahun

Global
Selandia Baru Paling Jago Tangani Pandemi Covid-19, Indonesia Peringkat 85 dari 98 Negara

Selandia Baru Paling Jago Tangani Pandemi Covid-19, Indonesia Peringkat 85 dari 98 Negara

Global
Menlu AS yang Baru Ekspresikan 'Keprihatinan Mendalam' terhadap Penangkapan Navalny di Rusia

Menlu AS yang Baru Ekspresikan "Keprihatinan Mendalam" terhadap Penangkapan Navalny di Rusia

Global
Meme Bernie Sanders Raup Rp 25,3 Miliar Dana Amal Hanya dalam 5 Hari

Meme Bernie Sanders Raup Rp 25,3 Miliar Dana Amal Hanya dalam 5 Hari

Global
Perencana Aksi Teror Masjid Singapura Terinspirasi Penyerangan di Christchurch

Perencana Aksi Teror Masjid Singapura Terinspirasi Penyerangan di Christchurch

Global
Afrika Selatan Peringatkan Negara Kaya Tidak Timbun Vaksin Covid-19 karena Tidak Akan Aman

Afrika Selatan Peringatkan Negara Kaya Tidak Timbun Vaksin Covid-19 karena Tidak Akan Aman

Global
Curhat Pilot Jadi Kuli Bangunan, Dipecat karena Pandemi Covid-19

Curhat Pilot Jadi Kuli Bangunan, Dipecat karena Pandemi Covid-19

Global
Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Global
Ledakan Besar di Arab Saudi, Kelompok Tak Dikenal Mengeklaim Bertanggung Jawab

Ledakan Besar di Arab Saudi, Kelompok Tak Dikenal Mengeklaim Bertanggung Jawab

Global
Dituduh Curi Ikan, 2 Kapal Nelayan China Ditangkap Vanuatu

Dituduh Curi Ikan, 2 Kapal Nelayan China Ditangkap Vanuatu

Global
Biden Bekukan Penjualan Senjata Miliaran Dollar AS ke Arab Saudi dan UEA

Biden Bekukan Penjualan Senjata Miliaran Dollar AS ke Arab Saudi dan UEA

Global
Pasien Covid-19 Membeludak di Portugal, Jerman Kirim Bantuan Tenaga Ahli

Pasien Covid-19 Membeludak di Portugal, Jerman Kirim Bantuan Tenaga Ahli

Global
Perempuan Berdaya: Para Pejuang Minoritas Gebrak Dominasi dari Kamala Harrris hingga Iman Ghaleb al-Hamli

Perempuan Berdaya: Para Pejuang Minoritas Gebrak Dominasi dari Kamala Harrris hingga Iman Ghaleb al-Hamli

Global
Jadi Menlu AS yang Baru, Ini Janji Antony Blinken

Jadi Menlu AS yang Baru, Ini Janji Antony Blinken

Global
[POPULER GLOBAL] Ledakan Guncang Ibu Kota Arab Saudi | China Terapkan Swab Anal

[POPULER GLOBAL] Ledakan Guncang Ibu Kota Arab Saudi | China Terapkan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X