Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kim Jong Un Mulai Sering Tampil di Depan Publik, Bukti Kalahkan Covid-19?

Kompas.com - 28/10/2020, 13:29 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Yonhap

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengalami peningkatan tampil di depan publik sejak Juli, yang diyakini merupakan bukti dia berhasil kalahkan Covid-19.

Statistik itu didapat berdsarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga think tank Korea Selatan, Institute for National Security Strategy (INSS).

Baca juga: Istri Kim Jong Un Tak Kelihatan Selama 9 Bulan, ke Mana Dia?

Koh Jae-hong, peneliti INSS mengemukakan, aktivitas tatap muka Kim menurun jauh pada tengah tahun pertama, yang terbatas hanya di Pyongyang atau lokasi tertentu.

Namun berdasarkan data yang mereka analisa, jumlah penampilan Kim Jong Un di depan publik mengalami peningkatan pada Juli lalu.

Patokannya adalah ketika Kim memimpin Komisi Militer Pusat Partai Buruh pada Juli dan September, seperti diberitakan Yonhap Selasa (27/10/2020).

Dia memberikan pidato dalam konferensi veteran perang untuk memperingati 67 tahun gencatan senjata Perang Korea pada 1953 silam.

Kim juga muncul ketika memberikan pidato dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun berdirinya Partai Buruh pada 10 Oktober.

"Perubahan ini nampaknya merefleksikan peningkatan pengendalian Korea Utara akan Covid-19 berkat bantuan internasional dan sektor lain," kata Koh.

Meski begitu, Koh kemudian melanjutkan kontak tatap muka Kim dengan sejumlah pejabat tak mengindikasikan bahwa Utara bebas dari virus corona.

Baca juga: Dekat dengan Kim Jong Un, Biden: Trump Berteman dengan Pemimpin Preman

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

Global
Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Global
 Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Global
Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Global
90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

Global
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Internasional
Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Global
Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Global
AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

Global
Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Global
Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Internasional
Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com