Kompas.com - 28/10/2020, 11:30 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020). TURKISH PRESIDENCY via APPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020).

ANKARA, KOMPAS.com – Turki mengecam majalah satire Perancis, Charlie Hebdo, karena terbitan terbarunya dianggap menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Majalah tersebut menerbitkan edisi terbarunya dengan cover yang menampilan karikatur Erdogan berperilaku cabul.

Juru Bicara Kepresidenan Turki Fahrettin Altun menulis di Twitter bahwa pihaknya mengutuk Charlie Hebdo sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (28/10/2020).

"Charlie Hebdo baru saja menerbitkan serangkaian yang disebut kartun yang penuh dengan gambar tercela yang konon adalah Presiden kami. Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme budaya dan kebencian," tulis Altun.

Baca juga: Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Dia menambahkan karikatur tersebut menunjukkan produk dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran, yang tampaknya diinginkan oleh kepemimpinan Perancis.

"Apa yang disebut karikatur itu menjijikkan dan mereka sama sekali tidak memiliki rasa kesusilaan manusia yang nyata,” sambung Altun.

Dia juga menggarisbawahi posisi Turki yang menentang setiap kekerasan dan tindakan terorisme terhadap warga sipil.

"Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan menjijikkan terhadap budaya dan agama kami tidak peduli dari mana asalnya,” imbuh Altun.

Baca juga: Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Dia turut menyerukan kepada semua rekan Turki di Eropa untuk melawan hasutan yang dikobarkan Charlie Hebdo melalui karikatur tersebut.

"Hasutan rasis, xenofobia, Islamofobia, dan anti-Semit tidak akan mampu memprovokasi kami untuk membalas dengan cara yang sama,” lanjut Altun.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Global
Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Global
23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

Global
Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Global
Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

Global
Nasib 'Tahanan Abadi' di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Nasib "Tahanan Abadi" di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Global
Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.