Meski Terjangkit Covid-19, Dokter di Kota Belgia Ini Tetap Diminta Bekerja

Kompas.com - 27/10/2020, 16:11 WIB
Anggota dari staf medis bekerja di koridor ruang perawatan intensif bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Liege, Belgia, pada 22 Oktober 2020. Belgia saat ini adalah negara yang terpukul dengan gelombang kedua Covid-19, di mana saat ini korban meninggal mencpaai 10.539 dari total 11,5 juta populasi. AFP PHOTO/KENZO TRIBOUILLARDAnggota dari staf medis bekerja di koridor ruang perawatan intensif bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Liege, Belgia, pada 22 Oktober 2020. Belgia saat ini adalah negara yang terpukul dengan gelombang kedua Covid-19, di mana saat ini korban meninggal mencpaai 10.539 dari total 11,5 juta populasi.

LIEGE, KOMPAS.com - Dokter di kota Belgia Liege dilaporkan diminta untuk tetap masuk dan bekerja, meski mereka dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Keputusan itu dibuat setelah kota di kawasan Wallonia yang berbahasa Perancis tersebut mengalami lonjakan kasus, dengan pasien yang masuk terus bertambah.

Sekitar seperempat dari tenaga medis di sana dilaporkan terinfeksi virus corona, demikian dilaporkan oleh BBC pada Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Dokter Terpapar Covid-19, Puskesmas Pasangkayu Ditutup Sementara

Meski begitu, ada 10 rumah sakit yang meminta dokter maupun staf medis lain yang terpapar untuk bekerja, sepanjang mereka tak menunjukkan gejala.

Petinggi Asosiasi Serikat Medis Belgia menyatakan, mereka tak punya pilihan lain karena sistem kesehatan di sana bisa kolaps dalam hitungan hari.

Dokter Philippe Devos mengakui, terdapat kemungkinan bahwa tenaga medis bisa menularkan Covid-19 ke pasien yang sedang dirawat.

Di kota kawasan timur Belgia tersebut, setidaknya satu dari tiga orang menjalani tes ternyata positif terpapar virus corona.

Karena itu, rumah sakit berjibaku dengan mengirim pasien ke fasilitas medis lain atau membatalkan operasi yang tidak terlalu mendesak.

Kebijakan itu diambil setelah Menteri Kesehatan Frank Vandenbroucke memperingatkan mereka berada di ambang "tusnami kasus" di mana pemerintah "kesulitan membendungnya".

Belgia merupakan salah satu negara di Eropa yang tengah terpukul oleh gelombang kedua corona, yang menyerang satu bulan terakhir.

Pada konferensi pers Senin (26/10/2020), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengusulkan sejumlah kebijakan untuk mencegah penularan.

Di antaranya memperketat larangan bepergian, perintah agar warga di rumah saja, bahkan mengaktifkan kembali lockdown skala nasional.

"Saat ini kami tertinggal cukup jauh. Jadi untuk mengejarnya, kami harus melakukan percepatan secara serius," kata Direktur Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan.

Baca juga: Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Baca tentang

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X