Bantah Menyerah Hadapi Corona, Trump: Kita di Tikungan

Kompas.com - 27/10/2020, 07:58 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Pensacola, Florida, Jumat (23/10/2020). AP PHOTO/GERALD HERBERTPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Pensacola, Florida, Jumat (23/10/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump pada Senin (26/10/2020) membantah dia menyerah menghadapi wabah virus corona.

Akan tetapi Trump juga bersikeras meski ada lonjakan kasus baru, pandemi ini sedang menuju akhir.

"Saya tidak (menyerah)," kata presiden ke-45 AS tersebut saat ditanya tentang tuduhan Joe Biden bahwa dia mengabaikan upaya pengendalian pandemi.

Baca juga: Joe Biden: Karena Trump, Korea Utara Punya Lebih Banyak Senjata Mematikan

"Kita benar-benar di tikungan," katanya kepada wartawan di Pennsylvania, lokasi tiga kampanyenya.

Pada Minggu (25/10/2020) kepada staf Trump, Mark Meadows, berkata ke CNN bahwa fokus pemerintahan telah beralih ke mitigasi, bukan membasmi virus.

"Kami tidak akan mengendalikan pandemi. Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi, dan mitigasi lain," ucap Meadows membandingkan Covid-19 lebih mematikan daripada flu musiman.

Baca juga: Jika Terpilih Lagi, Ini Daftar Eksekusi Trump

Biden kemudian menuduh Trump menyerah dalam krisis ini, yang telah menewaskan lebih dari 225.000 orang Amerika dan kasus-kasus yang sekarang melonjak cepat.

"Itu adalah pengakuan jujur tentang strategi Presiden Trump sejak awal krisis ini: mengibarkan bendera putih kekalahan dan berharap dengan mengabaikannya, virus akan hilang begitu saja," kata Biden dikutip dari AFP.

Trump membalas perkataan rivalnya di pilpres AS 2020 itu kemarin, dengan menyebut Biden sebagai "capres yang menyedihkan".

"Dia yang mengibarkan bendera putih kehidupan. Dia tidak meninggalkan ruang bawah tanahnya," ujar Trump.

Baca juga: Presiden Rusia Tolak Tuduhan Trump terhadap Keluarga Joe Biden


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X