Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suriah Digempur Serangan Udara Rusia, 78 Pemberontak Tewas

Kompas.com - 27/10/2020, 07:09 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

IDLIB, KOMPAS.com - Serangan udara Rusia yang merupakan sekutu rezim Damaskus, menewaskan 78 pemberontak yang didukung Turki di Suriah barat laut pada Senin (26/10/2020).

Sementara itu lebih dari 90 lainnya terluka saat pesawat tempur Rusia menargetkan kamp pelatihan faksi Faylaq Al Sham di daerah Jabal Duwayli di kota Idlib, kata Observatorium HAM Suriah yang dikutip AFP.

Serangan besar sebelumnya terjadi pada Desember yang menewaskan lebih dari 500 warga sipil dan membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Baca juga: Saat Makan Malam Para Pemimpin Milisi di Suriah Tewas Diserang Pesawat Tak Berawak AS

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman menggambarkan serangan pada Senin di dekat perbatasan Turki sebagai "yang paling mematikan sejak gencatan senjata berlaku".

Dia juga menerangkan, itu adalah serangan udara Rusia yang korbannya terbanyak, terhadap pemberontak dalam satu hari sejak intervensi militer Moskwa di Suriah pada 2015.

Di Idlib seorang jurnalis AFP melihat puluhan warga menghadiri permakaman beberapa prajurit. Kepala mereka menunduk dengan tangan tergenggam dan berbaris rapi di depan peti mati.

Baca juga: Mufti Damaskus Suriah Syekh Adnan Al Afyouni Tewas dalam Ledakan Bom Mobil

Front Pembebasan Nasional (NLF) mengatakan kepada AFP, serangan Rusia kemarin menghantam salah satu posnya dan memakan korban, tapi tidak membeberkan angka korban tewas.

Juru bicara NLF Sayf Raad mengecam "pesawat Rusia dan pasukan rezim terus menerus melanggar kesepakatan Turki-Rusia dengan menargetkan pos-pos militer, desa, dan kota."

Gencatan senjata Maret sebagian besar masih berlangsung, meski beberapa pengeboman silih berganti terjadi.

Baca juga: Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki Kontak dengan Milisi di Suriah

Serangan udara Rusia dari waktu ke waktu menargetkan pos-pos militer, termasuk kelopmpok yang didukung Turki, kata Abdel Rahman.

Sejumlah analis menilai serangan kemarin adalah peringatan bagi Ankara, karena Turki mengirim proksi Suriahnya untuk berperang dalam konflik di Nagorno-Karabakh dan Libya.

Baca juga: Suriah Minta Tukar Sandera dengan Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com