Dikritik Erdogan, Presiden Perancis Dapat Dukungan Pemimpin Eropa

Kompas.com - 26/10/2020, 21:52 WIB
Presiden Perancis, Emmanuel Macron mendengarkan seorang penduduk saat dia mengunjungi jalan yang hancur di Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis kepada Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu. AP Photo/Thibault Camus, PoolPresiden Perancis, Emmanuel Macron mendengarkan seorang penduduk saat dia mengunjungi jalan yang hancur di Beirut, Lebanon, Kamis 6 Agustus 2020. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah tiba di Beirut untuk menawarkan dukungan Perancis kepada Lebanon setelah ledakan pelabuhan yang mematikan itu.

BERLIN, KOMPAS.com - Sejumlah pemimpin Eropa memberikan dukungan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron, setelah dikritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pada pernyataan yang disiarkan pada Sabtu (24/10/2020), Erdogan mengecam Macron atas kebijakannya terhadap Muslim, dan memintanya "periksa mental".

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental," kata dia.

Baca juga: Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Ucapan mantan Wali Kota Istanbul itu menuai kecaman dari juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkal dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Dilansir AFP Senin (26/10/2020), Steffen Seibert memberikan kecaman kepada Erdogan karena sudah melayangkan kritikan kepada Macron.

Dalam pendapat Seibert, Presiden Perancis sejak 2017 itu hanya mengambil pendekatan tegas atas pembunuhan Samuel Paty dua pekan lalu.

"Terdapat komentar fitnah dan tak bisa diterima, terutama terkait latar belakang pembunuhan guru Perancis Samuel Paty oleh Muslim fanatik," kata Seibert.

"Komentar Presiden Erdogan terhadap Presiden Emmanuel Macron sangat tidak bisa diterima," kata PM Belanda Rutte dalam kicauannya di Twitter.

Rutte menegaskan bahwa "Negara Kincir Angin" mendukung Paris dalam hal "kebebasan berpendapat" dan melawan "ekstremisme dan radikalisme".

Baca juga: Erdogan Minta Warga Turki agar Boikot Produk Perancis

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Twitter juga menyatakan mereka mendukung Paris dalam menegakkan aturan setelah Samuel Paty dibunuh.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Global
Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Global
Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Global
'Pawang Cuaca' China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

"Pawang Cuaca" China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

Global
Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Global
Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Global
Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Global
Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Global
[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

Global
komentar
Close Ads X