Erdogan Minta Warga Turki agar Boikot Produk Perancis

Kompas.com - 26/10/2020, 21:09 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan speaks after a cabinet meeting, in Ankara Turkey, Monday, Aug. 10, 2020. The government of Greece slammed Turkeys announcement that it will be conducting energy exploration in an area of the eastern Mediterranean that Athens says overlaps its continental shelf, as tension over the rights to natural resources increased sharply in the region Monday.(Turkish Presidency via AP, Pool) Turkeys President Recep Tayyip Erdogan speaks after a cabinet meeting, in Ankara Turkey, Monday, Aug. 10, 2020. The government of Greece slammed Turkeys announcement that it will be conducting energy exploration in an area of the eastern Mediterranean that Athens says overlaps its continental shelf, as tension over the rights to natural resources increased sharply in the region Monday.(Turkish Presidency via AP, Pool)

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta kepada warganya untuk melakukan boikot terhada produk dari Perancis.

Ini merupakan babak baru ketegangan dua negara anggota NATO itu, setelah Paris bersikap tegas terhadap kelompok atau individu ekstremis.

"Seperti yang sudah disebutkan di Perancis 'jangan beli produk Turki'. Saya meminta rakyat saya jangan membeli apa pun produk mereka," kata dia.

Baca juga: Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Boikot atas produk "Negeri Anggur" sudah muncul di supermarket Qatar dan Kuwait, dengan seruan larangan beli juga muncul di Yordania.

Ini merupakan serangan kedua Erdogan terhadap Perancis, setelah pada akhir pekan kemarin dia menyindir Presiden Emmanuel Macron.

Saat itu, dia menyebut Macron harus melakukan pemeriksaan kejiwaan, dan berdampak kepada Paris yang memanggil duta besar Turki.

Dilansir AFP Senin (26/10/2020), relasi Ankara dengan Barat sudah merenggang menyusul upaya kudeta untuk menjatuhkan Erdogan pada 2016.

Namun kerenggangan Turki dan Perancis sudah berlangsung bertahun-tahun, dengan isu yang mencakup Libya, Suriah, dan eksplorasi gas di Mediterania.

Sementara Erdogan dan Macron sudah bersitegang terutama berkaitan kritikan Paris atas keterlibatan Ankara di wilayah konflik, seperti Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Erdogan Beberkan Alasan Turki Dukung Azerbaijan di Perang Nagorno-Karabakh

Ketegangan baru ini dipicu oleh rencana Emmanuel Macron untuk "membersihkan Islam di Perancis dari pengaruh asing" pada awal Oktober ini.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Global
Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Global
Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Global
Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Global
Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Global
Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Global
Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Global
9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

Global
Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Global
Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Global
Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Global
komentar
Close Ads X