Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kompas.com - 25/10/2020, 13:32 WIB
Foto 2016 ini disediakan oleh University of California, Irvine, menunjukkan seekor kumbang berpakaian besi yang garang, yang dapat bertahan meski dihancurkan oleh kekuatan hampir 40.000 kali berat tubuhnya dan berasal dari habitat gurun di California Selatan. Para ilmuwan mengatakan bahwa pelindung kumbang yang tampaknya tidak bisa dihancurkan dapat memberikan petunjuk untuk merancang pesawat dan bangunan yang lebih kuat. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Rabu 21 Oktober 2020 di jurnal Nature, sekelompok ilmuwan menjelaskan mengapa kumbang sangat tahan terhadap remasan. AP/Jesus RiveraFoto 2016 ini disediakan oleh University of California, Irvine, menunjukkan seekor kumbang berpakaian besi yang garang, yang dapat bertahan meski dihancurkan oleh kekuatan hampir 40.000 kali berat tubuhnya dan berasal dari habitat gurun di California Selatan. Para ilmuwan mengatakan bahwa pelindung kumbang yang tampaknya tidak bisa dihancurkan dapat memberikan petunjuk untuk merancang pesawat dan bangunan yang lebih kuat. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Rabu 21 Oktober 2020 di jurnal Nature, sekelompok ilmuwan menjelaskan mengapa kumbang sangat tahan terhadap remasan.

NEW YORK, KOMPAS.com - Inilah kumbang paling tangguh di dunia ' kumbang besi'. Kumbang besi hitam ini punya cangkang kuat yang tak kan rusak meski dipatuk paruh burung, diinjak hewan besar mau pun tergilas mobil Toyota Camry.

Para ilmuwan kini tengah mempelajari bagaimana cangkang yang tahan hantaman itu bisa mengilhami mereka dalam mendesain kerangka bangunan dan pesawat yang lebih kuat.

Melansir Associated Press (AP), Rabu (21/10/2020) lalu, seorang insinyur sipil bernama Pablo Zavattieri dari Purdue University mengatakan bahwa kumbang itu sangatlah tangguh.

Zavattieri adalah satu dari sekian banyak peneliti yang mencoba 'melindas' serangga itu dengan sebuah mobil sebagai bagian dari studi baru mereka.

Baca juga: Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Mengapa cangkang kumbang "Beetle" bisa sangat kuat?

Spesies yang diberi nama 'kumbang besi' atau ironclad ini rupanya memiliki cangkang yang tidak biasa yang dilapisi dan disatukan seperti gergaji ukir, menurut penelitian Zavattieri dan kawan-kawannya yang diterbitkan di Nature, Rabu (21/10/2020).

Desain cangkang serangga itu, kata penelitian tersebut, dapat membantu menginspirasi struktur dan kendaraan agar lebih awet tahan lama.

Untuk memahami bagaimana cara kerja setiap inci kekuatan cangkang serangga itu, para peneliti pertama kali menguji berapa banyak tekanan yang dibutuhkan untuk dapat meremas hewan itu.

Kumbang besi yang dapat ditemukan di hutan California Selatan ini rupanya mampu bertahan dari tekanan sekitar 39.000 kali beratnya sendiri.

Jika dianalogikan, seorang pria dengan bobot 200 pon atau 90 kilogram, maka pria itu bisa kuat dengan tekanan 7,8 juta pon.

Baca juga: Gel Kayano 27, Sepatu Lari yang Awalnya Terinspirasi Kumbang

Spesies kumbang lokal lainnya sudah hancur di bawah tekanan sepertiga dari kemampuan kumbang besi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X