Pistachio, Anjing Berbulu Hijau yang Langka Lahir di Italia

Kompas.com - 24/10/2020, 19:05 WIB
Pistachio anjing berbulu hijau langka lahir di Italia. REUTERS via BBC INDONESIAPistachio anjing berbulu hijau langka lahir di Italia.

ROMA, KOMPAS.com - Hal yang tidak disangka-sangka terjadi di Italia. Seorang peternak bernama Cristian Mallocci kaget ketika anjing betinanya, Spelacchia, melahirkan seekor anak anjing berbulu hijau.

Anjing mungil itu langsung diberi nama Pistachio, merujuk pada kacang berwarna hijau.

Pistachio adalah satu dari lima anjing yang dilahirkan Spelacchia di sebuah peternakan di Pulau Sardinia. Semua saudara kandung Pistachio berbulu putih, sama seperti induk mereka.

Baca juga: Seekor Anjing Ditemukan di Jalan dengan Luka Parang di Kepala

Anak anjing berbulu hijau amat langka. Fenomena itu diyakini terjadi ketika anak anjing tersebut berkontak dengan pigmen hijau bernama biliverdin tatkala masih berada di dalam rahim induknya.

Pistachio anjing berbulu hijau langka lahir di Italia.REUTERS via BBC INDONESIA Pistachio anjing berbulu hijau langka lahir di Italia.
Akan tetapi banyak yang menyayangkan bulu hijau Pistachio perlahan memudar.

Mallocci telah memutuskan untuk memberi semua anak anjingnya, kecuali Pistachio. Anjing tersebut akan membantu Mallocci menggembala domba di peternakan.

Hijau adalah warna simbol harapan dan keberuntungan, kata Mallocci—sesuatu yang ingin didapatkan banyak orang pada tahun ini.

Baca juga: Main di Kebun, Tiga Bocah Usia 7 Tahun Hilang Misterius, Polisi Turunkan Anjing Pelacak


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X