China Berharap Adanya Perubahan jika Biden Menang Pilpres AS

Kompas.com - 24/10/2020, 06:39 WIB
Dalam foto file 24 September 2015 ini, Presiden China Xi Jinping dan Wakil Presiden Joe Biden berjalan di karpet merah di landasan selama upacara kedatangan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland AS. Para pemimpin China berharap Washington akan meredakan konflik atas perdagangan, teknologi, dan keamanan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November. AP/Carolyn KasterDalam foto file 24 September 2015 ini, Presiden China Xi Jinping dan Wakil Presiden Joe Biden berjalan di karpet merah di landasan selama upacara kedatangan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland AS. Para pemimpin China berharap Washington akan meredakan konflik atas perdagangan, teknologi, dan keamanan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November.

 

BEIJING, KOMPAS.com - Para pemimpin China berharap Washington akan mengurangi konflik perdagangan, teknologi dan keamanan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden pada 3 November mendatang.

Namun, perubahan apa pun cenderung hanya bersifat penampilan, bukan substansi, karena frustrasi terhadap Beijing telah meningkat di seluruh spektrum politik Amerika.

Baik anggota parlemen Republik dan Demokrat dan konstituen mereka tampaknya enggan mengadopsi pendekatan yang lebih lembut terhadap China, mungkin menunjukkan lebih banyak perselisihan di masa mendatang, terlepas dari hasil pilpres.

Melansir Associated Press (AP), hubungan AS-China telah jatuh ke titik terendah dalam beberapa dekade di tengah serangkaian eskalasi konflik terkait pandemi virus corona, teknologi, perdagangan, keamanan dan spying (mata-mata).

Terlepas dari banyak perselisihan di bidang lain, kedua belah pihak saling mengkritik. AS kerap memojokkan China soal sikap Beijing terhadap Hong Kong, Taiwan serta agama dan minoritas di Tibet dan Xinjiang.

Di Amerika juga, menurut riset yang dilakukan pada bulan Maret oleh Pew Research Center, dua pertiga orang AS punya pandangan negatif tentang China.

Polling itu adalah yang tertinggi sejak Pew melakukan survei awal pada tahun 2005.

Baca juga: Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Apa yang diharapkan dari Biden?

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, saat berpidato di Amtrak Johnstown Train Station, Rabu (20/9/2020).AP PHOTO/ANDREW HARNIK Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, saat berpidato di Amtrak Johnstown Train Station, Rabu (20/9/2020).

Biden diharapkan mampu memulihkan hubungan yang lebih dapat diprediksi. Setidaknya, kebijakan Biden dianggap "tidak akan emosional dan konyol seperti kebijakan Trump," ungkap Yu Wanli, profesor hubungan internasional di Universitas Bahasa dan Budaya Beijing, dikutip AP.

“Demokrat tampak kurang militan, jadi mereka mungkin lebih berhati-hati untuk mencegah konflik militer yang terbatas dan lebih memperhatikan komunikasi manajemen krisis dengan China,” kata Shi Yinhong dari Universitas Renmin di Beijing, salah satu akademisi hubungan internasional paling terkemuka di Negeri "Panda".

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X